Polri Tak Ambil Pusing Kasus Habib Rizieq di Arab Saudi

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab - Reuters
19 November 2018 17:17 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tersandung masalah di Arab Saudi, Senin (5/11/2018) lalu. Ia diproses karena ditemukan bendera mirip bendera ISIS di belakang rumahnya di Arab Saudi.

Mabes Polri tidak mau ambil pusing ihwal penanganan dan pendampingan hukum pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Arab Saudi, karena hal tersebut merupakan ranah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri dan memiliki permasalahan hukum akan ditangani langsung oleh Dubes RI di setiap negara. Terkait permasalahan hukum Rizieq Shihab di Arab Saudi, menurutnya, Kepolisian akan hadir jika diminta langsung oleh Kemenlu.

"Itu kan kewenangan Kemenlu. Kalau mereka butuh kehadiran Polri, dalam rangka apa dulu tujuannya. Itu ranah Kemenlu, lalu jika pemulangan WNI itu kan ada Imigrasi dan Kemenlu yang paling dominan tangani hal itu," tuturnya, Senin (19/11).

Menurutnya, perkara yang melibatkan pendiri FPI itu masih ditangani Kepolisian Arab Saudi. Menurutnya, Polri tidak memiliki kewenangan untuk ikut campur dalam masalah hukum Rizieq Shihab di Arab Saudi.

"Ini kan soal kedaulatan hukum di suatu negara, kalau ditangani oleh Kepolisian Arab Saudi, ya ditangani di sana langsung oleh perangkat hukum yang ada," kata Dedi.

 Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akhirnya memberi keterangan resmi terkait dengan peristiwa yang membuatnya diperiksa otoritas Arab Saudi Senin (5/11/2018) lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Rizieq melalui video yang diunggah melalui akun YouTube milik Front TV pada Jumat (9/11/2018).

"Sehubungan dengan adanya kesimpangsiuran berita tentang apa yang baru terjadi di tempat tinggal kami, kami sekeluarga merasa perlu menyampaikan beberapa hal supaya tidak terjadi kesimpangsiuran dan agar publik mengetahui informasi yang benar," kata Rizieq di awal video.

Rizieq menyatakan bahwa benar ada pihak tak dikenal yang menempelkan poster di dinding belakang rumahnya. Poster itu, kata Rizieq, mengakibatkan sejumlah pihak berwenang Saudi datang memeriksa.

Dalam keterangan tersebut, ia mengaku otoritas keamanan Saudi mendatangi kediamannya dengan santun. Ketika diminta untuk memberi keterangan, Rizieq menyanggupi pemeriksaan dilakukan di kantor.

"Jadi tidak betul kalau ada berita saya ditangkap, saya ditahan, rumah saya disergap kemudian digeledah, itu semua bohong. Jadi tidak ada penggeledahan, tidak ada penyergapan. Yang ada mereka datang, mereka turunkan poster, mereka meminta saya menemui mereka, dan mereka minta kesediaan saya untuk memberi keterangan di kantor kepolisian," tegas Rizieq mengonfirmasi.

Sumber : Bisnis.com