Kasus Gangguan Mental di Solo Melonjak, Kader Posyandu Dilatih Deteksi
Kasus warga yang dirujuk untuk penanganan kesehatan mental di Solo mencapai 13,95% pada triwulan II 2026.
Ma\'ruf Amin./Bisnis-Muhammad Ridwan
Harianjogja.com, JAKARTA- Pernyataan cawapres nomor urut 01 Ma\'ruf Amin soal buta dan budeg hingga kini masih menyisakan kekecewaan bagi warga disabilitas.
Sejumlah penyandang disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI) mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).
Kedatangan mereka untuk mengecam pernyataan Calon wakil Presiden nomor urut satu Ma\'ruf Amin yang dianggap menyinggung perasaan kaum disabilitas tuna netra dan tuna rungu.
"Ucapannya tidak lebih dari seorang preman. Kaum disabilitas seperti kami merasa tersinggung oleh ucapan beliau," ujar Ketua Persatuan Pasti Arif di depan kantor MUI.
Arif juga menuntut Ma\'ruf untuk meminta maaf di media dan kepada penyandang disabilitas. PASTI kata Ma\'ruf memberi waktu delapan hari kepada Ma\'ruf untuk menyampaikan permohonan maaf kepada penyandang disabilitas.
"Kami mohon untuk beliau klarifikasi dan minta maaf melalui media. Kami pasti memberi batasan waktu delapan hari dari sekarang untuk memohon maaf kepada kaum disabilitas," kata dia.
Arif menuturkan meski Ma\'ruf sudah memberikan klarifikasi terkait pernyataannya, hal tersebut tidaklah cukup. Sebab pihaknya sudah merasa tersinggung terkait ucapan Ma\'ruf.
"Saya sudah dengar juga, tapi tidak cukup klarifikasinya. Kita bukan lawan politik, supaya beliau meminta maaf kepada seluruh disabilitas, yang kasarnya beliau bilang budek dan buta," tandasnya.
Menurut pengamatan Suara.com, sebanyak sembilan orang penyandang disabilitas membawa atribut poster bergambar Ma\'ruf. Tampak pada atribut tersebut bertulikskan \'Oe-lama kebelenger\', \'cawapres penghina tuna netra-rungu\', mulutmu harimau mu, sontoloyo dan juga dipajang wajah Ma\'ruf yang dibubuhi garis silang berwarna merah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kasus warga yang dirujuk untuk penanganan kesehatan mental di Solo mencapai 13,95% pada triwulan II 2026.
Polda Metro Jaya menangkap 21 orang jelang demo Jakarta, Selasa (18/8/2026). Polisi mengamankan petasan, flare, dan botol molotov.
Utang luar negeri Indonesia mencapai Rp8.115,4 triliun pada kuartal II/2026, naik 4,4% YoY dengan ULN publik tumbuh 2,9%.
BMKG memetakan dampak gempa M7,7 Flores dan mencatat 1.624 gempa susulan hingga Senin (17/8), termasuk 59 gempa yang dirasakan warga.
SAR Gabungan memperluas pencarian Gito Sehono Giman, 68, yang hilang di Hutan Pathuk Sleman. Pencarian hari keempat fokus ke jalur kepulangan.
Grammy Awards meninjau kategori Best Asian Pop Music Performance setelah BTS memutuskan tidak ikut Grammy 2027. Ini perkembangan terbarunya.