Advertisement
BMKG Sebut Gempa Mamasa Dampak Sesar Saddang Aktif
Ilustrasi. - Antara Foto
Advertisement
Harianjogja.com, MAKASSAR-Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebutkan dampak gempa bumi yang terjadi di Mamasa, Provisi Sulawesi Barat dan berpengaruh ke daerah sekitarnya karena sesar Saddang mulai aktif.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas Sesar Saddang," sebut Pelaksana tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Joharman di Makassar, Rabu (7/11/2018).
Advertisement
Meski demikian dampak gempabumi tektonik yang mengguncang mamasa dan wilayah sekitarnya tidak berpotensi tsunami. Gempa yang terjadi pada Selasa, (6/11/2018) pukul 22:47:11 WITA di daerah Mamasa dan di sekitarnya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi awalnya berkekuatan 4,6 Skala Richter. Lokasi pusat gempa berada di darat, 10 kilometer Timur Laut Mamasa, Sulawesi Barat pada koordinat 2.91 Lintang Selatan (LS) - 119.42 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 kilometer.
Hingga Selasa malam, pukul 22.00 WITA, gempa susulan telah tercatat sebanyak 78 kali. Teranalisa 41 kali gempa yang dipicu mainshock 5,5 Skala Richter kemudian dimuthakhirkan menjadi 5,2 Skala Richter.
Untuk wilayah Mamasa dan sekitarnya memang sesar Saddang lebih dominan mempengaruhi aktivitas tektonik di daerah tersebut. Dalam beberapa waktu terhitung cukup jarang gempa terjadi di wilayah Mamasa ini.
Namun, belakangan sesar ini mulai aktif dan menyebabkan gempa yang cukup besar dan disertai banyak gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara 2 sampai 3 Skala Ricehter.
Sesar Saddang membentang dari pesisir Pantai Mamuju, Sulawesi Barat memotong diagonal melintasi daerah Sulawesi Selatan Bagian Tengah, lalu Sulawesi Selatan Bagian Selatan, Kota Bulukumba, hingga ke Pulau Selayar Bagian Timur.
"Guncangan gempa bumi dirasakan di Mamasa dan Mamuju sebesar II-III MMI. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG," katanya mengimbau.
Joharman menambahkan meningkatnya aktivitas seismik baik di wilayah Sulbar, Sulsel maupun di Sulteng tidak lepas dari pengaruh gempa tektonik yang terjadi di Donggala dan Palu dengan kekuatan 7,7 magnitudo, dimana memicu aktivitas sesar sesar yang ada, seperti sesar saddang, sesar walanae ataupun sesar matano.
Data terbaru BBMKG wilayah IV Makassar pada Rabu, 7 November 2018, pukul 06:15:50 WITA gempa susulan berkekuatan 3,3 skala richter kembali terjadi dengan lokasi 2.82 LS - 119.35 BT dengan jarak 10 kilometer Timur Laut Mamasa, Sulbar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN, Disambut Dengan Penuh Optimisme
- Progres Program Prabowo di Gunungkidul, Sekolah Rakyat Terkendala
- AMDATARA Siap Dorong Transformasi Industri AMDK
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- Persija Kutuk Rasisme terhadap Allano Lima Usai Lawan Persib
- Program Strategis Nasional di Bantul Mulai Beroperasi
- Upah 40 Hari, Pemuda Nepal Berebut Jadi Polisi Pemilu
Advertisement
Advertisement





