Gugur saat Evakuasi Lion Air, Syahrul Anto Juga Ikut dalam Pencarian Korban Air Asia

Newswire
Newswire Sabtu, 03 November 2018 12:37 WIB
Gugur saat Evakuasi Lion Air, Syahrul Anto Juga Ikut dalam Pencarian Korban Air Asia

Anggota Basarnas memindahkan kantung jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018). /ANtara Foto-Akbar Nugroho Guma

Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang penyelam meninggal dunia saat bertugas mengevakuasi korban pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Penyelam yang bernama Syahrul Anto, salah satu anggota Indonesia Rescue Dive Team yang berada dibawah koordinasi Basarnas ini bukan kali pertama membantu pencarian pesawat.

Leader Indonesia Rescue Dive Team, Bayu Wardoyo mengatakan, saat kejadian jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada 28 Desember 2014,

Syahrul Anto juga terlibat dalam operasi pencarian dengan penyelaman.

“Waktu Air Asia dia juga mengikuti,” ujar Bayu di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018).

Bayu menurutkan bahwa Syahrul salah satu penyelam yang lama terlibat dalam tim pencarian Air Asia. Syahrul juga banyak mengangkat jenazah korban.

“Dia itu terlibat lama waktu kita [cari] Air Asia. Dia join. Dia salah satu orang yang cukup lama. Itu hampir tiga minggu. Dia salah satu orang yang paling banyak ngangkat jenazah malah,” jelas dia.

Syahrul Anto sang penyelam andal itu kini telah pergi. Dia meninggal ketika menyelam di perairan Tanjung Karawang untuk mencari dan mengevakuasi korban maupun pesawat Lion Air. Ia sempat dibawa ke RSUD Koja sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : okezone.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online