Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah survei mengenai popularitas capres dan cawapres peserta Pilpres 2019 kembali mengunggulkan pasangan Jokowi-Ma\'ruf Amin.
Public Opinion & Policy Research (Populi) merilis popularitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung di Pilpres 2019.
Peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan mengutarakan, jika popularitas untuk capres antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sangat berjarak tipis. Di mana, Jokowi masih unggul dari pesaingnya.
“Untuk Jokowi mempunyai popularitas 98,2 persen. Sementara untuk Prabowo memiliki popularitas 95,5 persen,” tutur Dimas di Kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (24/10/2018).
Untuk cawapres, Dimas menyatakan, berdasarkan hasil survei pihaknya nama Kiai Ma’ruf Amin yang merupakan cawapres dari Jokowi juga unggul dari cawapres Prabowo Subianto, yakni Sandiaga Uno.
“Ma’ruf Amin 84,2 persen popularitas ya, Untuk Sandiaga 82,3 persen ya,” katanya.
Sekadar informasi, survei yang diselenggarakan Populi dilaksanakan pada 23 September-1 Oktober 2018. Survei ini dilakukan dengan cara wawancara tatap muka dengan 1.470 responden yang dipilih dengan random sampling. Lalu, margin of eror survei ini sekira 2,54 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Komdigi memastikan aturan turunan Perpres Ojol terbit sebelum 31 Desember 2026, termasuk formula perhitungan ongkos kirim barang dan makanan.
Inflasi Indonesia mencapai 3,28% pada September 2026. Tito Karnavian meminta pemda mengawasi harga beras, telur, dan daging ayam ras.
Karhutla membakar lahan di Sulawesi dan Ternate, sementara banjir di Aceh Tamiang merendam empat kecamatan dan memaksa 222 KK mengungsi.
Dispusip Bantul menargetkan skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat 8,6 dan Tingkat Kegemaran Membaca 60 pada 2026.
Sebanyak 60.177 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan karhutla di enam provinsi, dengan fokus utama Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.