Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Yosea Arga
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo Subianto yakin elektabilitas capres tersebut bakal meningkat menyusul mencuatnya skandal hoaks aktivis Ratna Sarumpaet.
Drama berita hoaks Ratna Sarumpaet terus berlanjut. Banyak pihak yang ikut terseret atas kasus tersebut, salah satunya kubu pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai kasus Ratna Sarumpaet tidak akan menurunkan elektabilitas Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019.
Sebaliknya, Dahnil yakin jika elektabilitas Prabowo - Sandiaga akan meningkat buah dari kasus tersebut.
"Justru kemudian kami punya keyakinan ini akan meningkatkan elektabilitas Prabowo - Sandiaga. Kenapa? Karena masyarakat akhirnya mengetahui bahwa Pak Prabowo adalah sosok yang humanis sangat berempati dan bersimpati, bahkan jarang berburuk sangka kepada siapapun dan suka menolong siapapun. Walaupun akhirnya beliau dibohongi," kata Dahnil di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018).
Dahnil menilai Prabowo merupakan sosok yang tak pernah berburuk sangka terhadap siapapun. Dahnil memberikan contoh ketika Prabowo membantu Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara politik saat maju dalam Pilgub DKI Jakarta.
"Kenapa? Dulu Pak Jokowi datang ke Pak Prabowo minta bantuan secara politik, Ahok juga pernah datang minta bantuan secara politik, terkahir Bu Ratna Sarumpaet. Beliau tidak pernah berburuk sangka walau kemudian dibohongi oleh Bu Ratna Sarumpaet," jelasnya.
Dahnil mengatakan ada hikmah yang didapatkan kubunya atas kasus Ratna Sarumpaet. Dirinya mengatakan jika publik melihat sosok Prabowo sebagai sosok yang bertanggung jawab ketika melakukan permintaan maaf atas kebohongan Ratna Sarumpaet.
"Justru hikmahnya, publik melihat pak Prabowo adalah sosok yang berani bertanggung jawab penuh. Ketika beliau keliru berani meminta maaf pada publik. Sementara banyak pemimpin-pemimpin kita itu absen dan nggak berani minta maaf kepada publik ketika bersalah," tutur Dahnil.
Dahnil berpendapat jika Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Prabowo. Dirinya juga yakin jika masyarakat tidak akan terkecoh atas politik hitam yang menerjang kubunya.
"Kami yakni publik, masyarakat tidak akan terkecoh dengan kampanye hitam yang memburuk-burukan Pak Prabowo malah justru melalui kasus Bu Ratna Sarumpaet ini publik semakin tahu jika Pak Prabowo itu adalah pemimpin yang ikhas dan tulus," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.