Waspada Ekstensi Chrome, Riwayat Pencarian Pengguna Bisa Dipantau
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA- Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A mengidentifikasi komitmen calon presiden yang memperjuangkan Pancasila di mata publik.
Hasil survei yang dilakukan lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A. menunjukkan mayoritas publik menilai Jokowi sebagai capres yang paling konsisten memperjuangkan Pancasila.
"Ketika ditanyakan siapa capres yang paling konsisten memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila sebanyak 65,8 persen memilih Jokowi, sedangkan 28,7 persen memilih Prabowo Subianto," kata peneliti LSI Rully Akbar dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Survei LSI ini mengambil tema "Pilpres dan Kerinduan Publik untuk Indonesia yang Kuat". Survei dilaksanakan pada tanggal 14 s.d. 21 September 2018 dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error sebesar 2,9 persen.
Rully menyampaikan hasil survei secara keseluruhan menunjukkan publik menginginkan Pemilu 2019 menghasilkan tiga hal kuat, yakni parpol yang kuat, paham, atau ideologi Pancasila yang kuat dan Presiden yang kuat.
Selain menilai Jokowi sebagai capres paling konsisten memperjuangkan Pancasila, kata dia, mayoritas publik juga menilai partai pengusung Jokowi, PDI Perjuangan sebagai partai yang paling konsisten memperjuangkan Pancasila.
Sebanyak 36,8 persen publik menilai PDI Perjuangan partai paling konsisten memperjuangkan Pancasila, Golkar 18,7 persen, Gerindra 11,8 persen, Demokrat 8,6 persen, PKB 6,5 persen, sedangkan partai lain 7,1 persen.
Menurut Rully, keinginan masyarakat agar Pancasila makin kuat cukup beralasan. Pasalnya, berdasarkan data LSI Denny J.A., dalam waktu 13 tahun terakhir, sejak 2005, persentase publik yang pro terhadap Pancasila menurun sebanyak 10 persen.
Di sisi lain persentase publik yang menginginkan Indonesia berdasarkan NKRI Bersyariah naik 13,2 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Kasus penyadapan Listyo Sigit Cs disorot pengamat. Bambang Rukminto mendesak polisi mengusut pihak yang memerintahkan penyadapan.
PAD wisata Bantul terancam kembali tak mencapai target. DPRD menyoroti penurunan kunjungan dan potensi kebocoran retribusi.
Gerindra mendesak Polri mengungkap otak, pemberi perintah, dan pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo.
Profil Ariyo Windutomo, jenderal TNI yang ditunjuk Prabowo menggantikan Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Perda pajak dan retribusi DIY direvisi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. DPRD berharap perubahan aturan tidak menaikkan tarif.