Bupati Muara Enim Edison Siapkan Rp1,6 M untuk Suap Auditor BPK
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Deklarasi Pilpres damai oleh kedua capres dan cawapres, Minggu (23/9/2018)./Ist-Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Acara deklarasi kampanye damai di Jakarta diwarnai insiden walk out lantaran ulah pendukung Jokowi-Ma\'ruf Amin.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai pendukung pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma\'ruf Amin telah menodai aksi Deklarasi Kampanye Damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Monas, Minggu (24/9/2018).
Pasalnya, Fadli mengetahui adanya tindakan provokasi yang dilakukan oleh relawan Pro Jokowi (Projo) kepada rombongan pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Fadli mengatakan, aksi tersebut menciderai tujuan dari diselenggarakannya deklarasi itu. Hal itu tidak sesuai dengan perjanjian awal untuk tidak membawa atribut kampanye hingga melakukan provokasi.
"Kemarin perjanjiannya itu dengan KPU tidak ada atribut yang mendukung calon tertentu atau dari partai politik tertentu. Saya pun heran dan kami berjalan kurang lebih 1 sampai 2 km itu ada begitu banyak," kata Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (24/9/2018).
Oleh sebab itu, Fadli meminta kepada seluruh relawan pendukung Jokowi-Ma\'ruf Amin untuk menerapkan peraturan-peraturan kampanye dengan semestinya.
Hal itu disampaikannya dikarenakan Fadli mengklaim bahwa kubu Prabowo-Sandiaga telah mengikuti peraturan KPU dengan baik. Bahkan dia mengaku sudah melarang beberapa relawan yang ingin ikut demi menuruti aturan KPU.
"Kampanye damai jangan hanya di mulut, tapi kenyataannya baru dilaksanakan tapi sudah ternodai. Kita kalau mau kerahkan itu mudah sekali. Bahkan ada marching band tidak boleh mau ada relawan ikut kita larang," pungkasnya.
Untuk diketahui, Relawan Joko Widodo (Jokowi), Projo, diduga melakukan provokasi yang menyebabkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih walk out atau meninggalkan acara kampanye damai KPU.
Selain SBY, Cawapres Sandiaga Uno juga mengaku juga mendapat perlakuan serupa. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga mengaku melihat aksi tersebut. Dia menyebut aksi tersebut memalukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.