Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ketua MUI Maruf Amin (kiri) dan CEO Obsession Media Group, Usama Hisyam disela penghargaan Obsession Awards 2018 dan Womens Obsession Awards 2018 di Jakarta, Kamis (22/3/2018). (JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat)
Harianjogja.com, JAKARTA- Kendati menjadi cawapres pendamping Jokowi, Ma\'ruf Amin hingga kini tak mundur dari jabatan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ketua DPP PAN Yandri Susanto meminta Ma\'ruf Amin mundur sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia karena sedang berkonsentrasi sebagai bakal calon wakil presiden dan tidak elok masih mempertahankan posisi di MUI.
"Selama ini posisi Ketua Umum MUI belum pernah terlibat dalam politik praktis atau politik secara langsung," kata Yandri di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/9/2018).
Menurut dia, usulan PAN itu berasal dari suara ulama dan masyarakat di bawah agar Ma\'ruf melepaskan jabatannya di MUI.
Menurut Yandri, pernyataan Ma\'ruf yang tidak akan mundur sebagai Ketua Umum MUI sampai dilantik menjadi wapres itu tidak elok disampaikan ke publik.
Pernyataan itu, menurut Yandri, seolah-olah hanya Ma\'ruf yang mampu menjalankan roda organisasi di MUI dan tidak ada yang lain.
Dia meyakini masih banyak ulama-ulama yang mampu menggantikan Ma\'ruf untuk menjalankan organisasi MUI karena organisasi tersebut tidak hanya merepresentasikan satu ormas namun banyak ormas Islam di dalamnya.
"Saya yakin masih banyak ulama-ulama yang mampu menjalankan roda kegiatan MUI, seandainya Ma\'ruf Amin mengundurkan diri sebagai Ketua Umum MUI," ujarnya.
Dia menilai jangan sampai MUI sebagai organisasi terseret-seret dalam politik praktis dan tidak tersandera kepentingan politik tertentu.
Di sisi lain menurut dia, MUI harus berjalan sebagiama biasanya yaitu tidak terganggu oleh dinamika masalah pemilu presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag