Sungguh Malang, Hendak ke Musala, Nenek-Nenek di Ponorogo Meninggal Dianiaya

Abdul Jalil
Abdul Jalil Jum'at, 14 September 2018 14:17 WIB
Sungguh Malang, Hendak ke Musala, Nenek-Nenek di Ponorogo Meninggal Dianiaya

Polisi menunjukkan batu yang dipakai pelaku untuk memukul kepala nenek-nenek yang hendak pergi ke musala, Kamis (13/9/2018). (Istimewa-Polres Ponorogo)

Harianjogja.com, PONOROGO -Nasib nahas dialami Lasmi, 75, warga Desa Josari, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Ia dianiaya seorang pria hingga meninggal dunia. Pria bernama Mesiran, 47, itu menganiaya nenek-nenek tersebut menggunakan batu.

Peristiwa itu terjadi Kamis (13/9/2018) pukul 14.30 WIB. Saat itu, Lasmi hendak ke musala untuk Salat Asar. Kasubbag Humas Polres Ponorogo, Ipda Satrio Teguh, mengatakan Mesiran merupakan tetangga Lasmi.

Saat Lasmi berjalan menuju musala tak jauh dari rumahnya, tiba-tiba dari arah depan Mesiran berlari sambil membawa batu. "Korban yang sudah sepuh kemudian jatuh di tepi jalan," kata Ipda Satrio, Jumat (14/9/2018).

Lasmi yang terjatuh itu kemudian dipukuli menggunakan bongkahan batu dan mengenai kepala samping kanan. Kepala Lasmi langsung mengucurkan darah.

Aksi tersebut diketahui warga dan Mesiran langsung diamankan. Selanjutnya, warga memanggil anggota Polsek Jetis.

"Korban langsung dibawa ke RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Namun, korban tidak tertolong. Korban meninggal saat dirawat di rumah sakit," ujar dia.

Mesiran langsung dibawa ke Polsek Jetis untuk menghindari amukan massa. Menurut keterangan warga setempat,Mesiran selama ini mengalami gangguan kejiwaan.

Mesiran juga sempat dibawa ke Puskesmas Paringan Jenangan dan disuntik obat penenang karena saat itu dia mengamuk dan memecah kaca rumah tetangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online