BMKG Ingatkan Hujan Petir Ancam Sejumlah Kota Besar Hari Ini
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Ilustrasi ibadah haji dan umrah./JIBI
Harianjogja.com, NGANJUK- Kisah inspiratif datang dari Tarijah, warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Perempuan yang sehari-harinya berjualan nasi aking itu pada Senin (6/8/2018) malam berangkat untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah bersama Kelompok Terbang (Kloter) 59 Embarkasi Surabaya.
Nenek berusia 73 tahun itu mengaku menabung bertahun-tahun demi mewujudkan impian menunaikan rukun Islam yang kelima.
"Saya punya keinginan naik haji sejak suami saya meninggal dunia karena sakit di tahun 2003," katanya, saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci.
Nenek yang kini tinggal bersama seorang cucunya itu tidak menyangka keinginannya selangkah lagi bisa terwujud. "Saya punya seorang anak, sudah meninggal dunia karena sakit stroke. Dia meninggalkan seorang anak yang sampai sekarang hidup menemani saya," katanya.
Keseharian hidup nenek Tarijah tergolong pas-pasan. Rumah yang menjadi tempat tinggalnya terbilang sangat sederhana. "Untuk memasak sehari-hari saja menggunakan tungku kayu bakar," ucapnya.
Sehari-harinya Tarijah bertahan hidup dengan berjualan nasi aking di Pasar Wage, Nganjuk. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari tempat tiggalnya.
"Ke pasar itu tiap hari saya jalan kaki, pulang-pergi," katanya.
Di lapak tempatnya berjualan, Tarijah juga menjajakan buku-buku dan koran bekas, selain kayu arang, dan botol bekas.
Penghasilanya tidak tentu, kalau ramai bisa mencapai Rp100.000. "Kalau kadung sepi ya gak dapat uang sama sekali," ujarnya.
Sedikit demi sedikit penghasilannya disisihkan untuk ditabung. Dia menyimpannya di bawah kasur tempat tidur kamar rumahnya. Kalau pergi berjualan, dia mengunci rapat-rapat pintu kamar rumahnya.
"Saya tidak tahu caranya meyimpan uang di bank," katanya.
Hingga uang tabungannya yang disimpan di bawah kasur terkumpul Rp20 juta di tahun 2010, Tarijah langsung membawanya untuk mendaftar haji.
"Saat itu masih kurang Rp5 juta. Saya berhutang kepada seseorang untuk menutup kekurangannya. Saya cicil selama delapan tahun. Alhamdulillah sekarang sudah lunas semuanya," katanya.
Wajah Tarijah tampak berseri-seri saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, seakan tidak sabar untuk segera menginjakkan kaki di Tanah Suci. Sebentar lagi nenek penjual nasi aking itu menyandang gelar hajjah, setelah selesai memenuhi rukun Islam kelima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.