Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi kecelakaan/Ist
Harianjogja.com, SIDOARJO - Kisah tragis dialami keluarga di Sidoarjo Jawa Timur. Keluarga itu harus kehilangan sang anak akibat kelalaian sang ayah.
Seorang bocah perempuan 4,5 tahun di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur tewas ditabrak mobil yang dikendarai ayahnya sendiri saat hendak sekolah, Rabu pagi 25 Juli 2018. Hal ini terjadi karena sang ayah tidak tahu dan sibuk dengan handsetnya saat anaknya turun dari mobilnya.
Kapolsek Gedangan Sidoarjo Kompol Heri Siswoko mengatakan, meski kejadian tragis ini hingga kini tidak dilaporkan ke polisi. Namun aparat Satlantas Polres Sidoarjo saat ini tetap melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Menurut Kapolsek kejadian tragis ini terjadi tepat di depan sekolah korban di Kawasan Perumahan Griya Permata Gedangan Sidoarjo.
“Ironisnya mobil yang menabrak korban adalah mobil yang dikendarai oleh ayahnya sendiri. Sesaat setelah korban turun dari mobil tersebut untuk masuk ke dalam sekolah,” kata dia.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan sejumlah saksi di tempat kejadian peristiwa tragis itu terjadi karena diduga ayah korban tak mengetahui korban turun dari mobil dan menuju kearah depan mobil.
Itu karena sang ayah sibuk dengan handset yang dipakainya. Dimana mendadak ayah korban memajukan mobilnya dan langsung menabrak korban.
“Saat ini kejadian tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan polisi dari Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo,” timpal Kapolsek.
Meski korban sempat dilarikan kerumah sakit terdekat oleh guru dan ayah korban namun kondisinya tak mampu diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.
Keluarga Menutup Diri
Khairul Fiqran, Ayah yang menewaskan bocah 4,5 tahun karena sibuk dengan handphone-nya, kini masih dalam keadaan trauma. Kejadian di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur itu membuat pihak keluarga menutup diri dari pihak luar, termasuk wartawan.
Sang anak yang berinisial MAN kini telah dimakamkan di pemakaman desa setempat. Kasus tersebut pun kini dalam penanganan Polresta Sidoarjo.
Kapolsek Gedangan Sidoarjo Kompol Heri Siswoko menjelaskan bahwa kejadian yang terjadi pada Rabu 25 Juli tersebut hingga kini tak dilaporkan ke polisi. Keluarga masih terlihat trauma dan menutup diri dari khalayak.
Menurut Kapolsek kejadian tragis ini terjadi tepat di depan sekolah korban di Kawasan Perumahan Griya Permata Gedangan Sidoarjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.