Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Ketua MUI Maruf Amin (kiri) dan CEO Obsession Media Group, Usama Hisyam disela penghargaan Obsession Awards 2018 dan Womens Obsession Awards 2018 di Jakarta, Kamis (22/3/2018). (JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat)
Harianjogja.com, JAKARTA - Siapa sosok cawapres pendamping Joko Widodo bertarung di Pilpres 2019 hingga kini masih misteri. Salah satu tokoh nasional menyatakan kesiapannya apabila ditunjuk sebagai cawapres.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin mengaku siap apabila menjadi Cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Ia menilai posisi Cawapres itu sebagai ladang baru untuk mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara.
"Kalau untuk pribadi, sebetulnya jadi ini saja [Ketua MUI] sudah cukup. Tapi kalau negara dan bangsa memerlukan biasa-biasa saja, kalau bangsa dan negara memanggil ya harus siap," kata Maruf usai Dzikir Bersama acara peringatan Hari Bhakti ke-58 Adhyaksa di Kejagung, Jakarta, Jumat (20/7/2018).
Rais Aam Pengurus Besar Nahdratul Ulama (PBNU) ini mengatakan, hingga kini belum ada obrolan khusus dengan Jokowi mengenai posisi Cawapres. Bahkan, ia mengaku dapat informasi dari media soal namanya yang disebut-sebut sebagai Cawapres yang sedang dipertimbangkan Jokowi.
"Belum, enggak ada [komunikasi dengan Jokowi], makanya saya heran kenapa nama saya muncul dari mana. Saya biasa saja, jadi saya pikir Pak Jokowi belum beri tahu, ini bisa-bisanya media saja," bebernya.
Kiai Maruf kembali menegaskan, pihaknya sama sekali tidak pernah berusaha mendekati Jokowi untuk dipilih mencari Cawapres, ia menyerahkan kepada orang nomor satu di Indonesia itu untuk menentukan sesuai kebutuhan bangsa dan negara kedepan.
Apabila pilihan Jokowi itu jatuh kepada dirinya tentu Maruf akan bersedia mendampinginya hingga lima tahun ke depan. Menurutnya, sebagai warga negara harus selalu siap jika mendapat panggilan atau dibutuhkan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
"Iyalah, buat negara. Semua orang harus siap buat negara, kalau negara perlu semua orang harus siap," ujarnya.
Seperti diketahui, belakangan ini nama Ma\'ruf Amin disebut-sebut sebagai salah satu dari lima nama yang sedang dipertimbangkan oleh Jokowi. Namanya semakin kuat setelah ada bocoran dari Romahurmuziy, selaku Ketua Umum PPP, peserta koalisi Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Kaspersky mengingatkan pentingnya melakukan putus digital setelah hubungan berakhir. Simak langkah-langkah melindungi akun, data pribadi, dan privasi dari akses
Timnas Indonesia vs Kamboja: Kemenangan bawa Garuda naik ke peringkat 117 FIFA dan jaga asa lolos semifinal Piala AFF 2026.
Xiaomi rilis update keamanan Juli 2026 untuk 58 perangkat. Cek daftar HP yang kebagian update dan segera pasang untuk perlindungan data Anda!
UAD membuka lowongan kerja dosen tetap dan tenaga kependidikan 2026. Tersedia 19 formasi di Fakultas Hukum, Kedokteran, administrasi, dan sistem administrator.
Kraton Yogyakarta mendorong museum bertransformasi menjadi ruang belajar yang interaktif dan inklusif bagi anak-anak melalui penyelenggaraan Gya!Dolan Sesarenga