Advertisement
Bulog Jual Beras Rp2.500 per Saset, Berminat?
Petugas Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY menata beras saset di gerai depan Kantor Bulog Divisi Regional DIY, Jalan Suroto, Kotabaru, Jogja, Jumat (13/07/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, BATANG-Sebanyak 11.000 ton beras premium kemasan renteng (saset) berisi 200 gram seharga Rp2.500 per saset disiapkan oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).
Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Pekalongan Rasiwan di Pekalongan, Senin (16/7/2018), mengatakan bahwa produk beras kemasan renteng atau saset berisi 200 gram ini ini sudah dimulai sepekan lalu.
Advertisement
"Kami belum tahu respons masyarakat karena sifatnya masih pengenalan. Beras premium kemasan 200 gram ini kami jual sementara di Rumah Pangan Kita (RPK)," katanya.
Ia mengatakan saat ini Perum Bulog Subdivre Pekalongan hanya masih sebatas menawarkan beras saset ini pada RPK dan pedagang pasar tradisional untuk dijual kepada masyarakat.
BACA JUGA
"Sementara ini, kami hanya menjualkan saja karenapengemasan beras premium kemasan 200 gram itu dikemas oleh Bulog Divisi Regional Semarang. Nantinya, hasilnya kami evaluasi," katanya.
Kepala Gudang Bulog Kandeman Kabupaten Batang Imam Seno Aji di Batang mengatakan bahwa promosi beras yang dikemas dalam bentuk saset atau renteng ini akan diluncurkan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pada bulan Agustus 2018.
"Kami menargetkan kunjungan ke 59 RPK untuk mengenalkan produk beras premium dengan kemasan saset tersebut. Kami utamakan dulu beras itu pada RPK, kemudian baru dilakukan ke pasar tradisional," katanya.
Tujuan dan sasaran produk beras premium jenis rentengan ini pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah agar mereka bisa menikmati rasa nasi dengan kualitas enak. "Masyarakat cukup membayar Rp2.500,00 per saset dan mereka akan mendapatkan beras dengan kualitas super itu," katanya.
Ia menambahkan saat ini pengadaan beras yang dilakukan oleh Gudang Bulog Kandeman sudah mencapai 4.000 ton sehingga diperkirkan mampu menjaga ketahanan pangan hingga lima bulan ke depan atau Desember 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
Advertisement
Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Yaqut Kena GERD Akut, Status Tahanan KPK Sempat Berubah
- Ini Daftar Wakil Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia
- Ledakan Petasan di Pekalongan Tewaskan Remaja di Kebun Pisang
- Arus Balik Lebaran BBM Tetap Tersedia, Antrean Mulai Normal
- Peningkatan Arus Balik Lebaran di Bantul, Jalan Tetap Lancar
- FIFA Series Digelar di GBK, Indonesia Uji Kesiapan
- Satu Napi di Wonosari Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Lebaran
Advertisement
Advertisement





