Dua Balita Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Rizky dan ular kobra peliharaan yang mematoknya (Facebook)
Harianjogja.com, PALANGKARAYA—Kejadian warga yang tewas karena hewan buas terjadi lagi. Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (9/7/2018), bocah remaja berusia 19 tahun, Dewa Rizky Achmad tewas karena dipatuk ular kobra peliharaannya.
Rizky warga bantaran Sungai Kahayan, Palangkaraya digigit ular kobra sepanjang 3 meter yang sudah dipeliharanya sejak 2 Mei 2018. Hingga Selasa (10/7/2018), jenazah Rizky belum dimakamkan. Keluarga menyebut Rizky mengalami mati suri, untuk memastikan meninggalnya bocah yang hobi memelihara reptil ini akan dilakukan ritual adat.
Diketahui Rizky mendapatkan ular kobra itu dari tangkapannya ketika membantu warga Jl Danau Rangas, Kelurahan Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya yang saat itu kebanjiran.
Saat itu ular ganas itu tersangkut jaring ikan yang dipasang warga. Rizky membawa ular itu ke rumahnya pada Rabu (2/5/2018) untuk dipelihara. Pada Minggu (8/7/2018) pagi, Rizky membawa ular kobra itu ke arena car free day (CFD) Bundaran Besar Palangkaraya.
Di CFD, Rizky asyik mengobrol dengan rekan-rekannya tak sadar ular kobra itu mematuk lengan kanannya. Seketika Rizky dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
Suwardi Duyen, ayah Rizky, mengatakan sebelum meninggal pada Senin (9/7/2018) pukul 08.30 WIB di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Rizky berpesan agar ular King Cobra tersebut jangan dibunuh, dan dikembalikan ke tempat awal ditemukan.
“Pesannya jangan dibunuh, atau diserahkan saja ke lembaga yang berwenang. Jenazah Rizky akan kami kuburkan di TPU Palangka Raya,” ujar suami dari Arbainah itu bercerita di sambungan telepon.
Meski sudah dinyatakan meninggal pada Senin, hingga Selasa malam jenazah Rizky belum dimakamkan. Pihak keluarga sebenarnya telah siap melakukan pemakaman, namun keluarga meyakini Rizky mengalami mati suri.
Alasannya, karena tubuh Rizky masih hangat dan lentur. Mereka masih menunggu ritual adat untuk memastikan apakah Rizky mengalami mati suri ataukan telah benar-benar meninggal dunia. "Meskipun berat, tapi ini adalah kehendak Allah taala, kami ikhlaskan," ujar sang ayah.
Sejak umur enam tahun Rizky sudah mencintai reptil. Dia memelihara ular. Dia pun kerap mendapat julukan pawang kecil. Di rumah Rizky terdapat enam ular piton besar dan kecil, termasuk king cobra yang merenggut nyawanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
DPRD Jogja mendorong ruang publik berbasis cagar budaya dikembangkan sebagai penggerak ekonomi kemantren, termasuk melalui program Latar Rejo.
Qodari menegaskan komunikasi kebijakan sama pentingnya dengan program pemerintah. Bakom RI akan mengoptimalkan jejaring 8.000 humas.
Pieter Huistra absen latihan PSS Sleman karena menghadiri rapat PSSI di Jakarta. Demerson memimpin latihan jelang laga kontra Bali United.
Mentan Amran Sulaiman memecat 13 pejabat Kementan karena terlibat judi online dan pelanggaran disiplin setelah peringatan diabaikan.
UU PDP mengatur denda administratif hingga 2% pendapatan tahunan perusahaan. Simak jenis sanksi dan mekanisme pengaduannya.