Advertisement
PILKADA SERENTAK: Di Banten, 3 Daerah Lawan Kotak Kosong
ilustrasi. - dok
Advertisement
Harianjogja.com, SERANG-Empat daerah di Provinsi Banten siap menyelenggarakan Pilkada serentak pada Rabu 27 Juni 2018, yakni Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak. Tiga daerah di antaranya diikuti calon tunggal atau lawan kotak kosong.
"Tiga daerah yang calon tunggal yakni Kabupaten Lebak, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang," kata Divisi Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat, KPU Banten Eka Satyalaksmana di Serang, Senin (25/6/2018).
Advertisement
Menurutnya, KPU di empat kabupaten/kota siap menggelar pemungutan suara. Pengadaan logistik sudah 100% dan sudah disitribusikan ke PPK. Bahkan sebagian logistik yang sudah dikirim ke PPK atau kecamatan dan PPS.
Tiga pilkada di Banten yang diikuti pasangan calon tunggal atau lawan kotak kosong yakni Kabupaten Lebak diikuti calon tunggal Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi yang diusung Partai Nasdem, Golkar, PDI P, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, Gerindra, PKS dan PKB.
BACA JUGA
Kemudian Kabupaten Tangerang diikuti calon tunggal Ahmed Zaki Iskandar dan Mad Romli diusung oleh Partai Nasem, Golkar, Demokrat, PAN, PPP, PBB, PKPI, PDIP, Hanura, Gerindra, PKS dan PKB.
Selanjutnya pilkada di Kota Tangerang juga diikuti calon tunggal yakni pasangan Arief R Wismansyah dan Sachrudin yang diusung oleh Demokrat, Golkar, PDIP, PKB, Gerindra, PPP, PAN, PKS, Hanura dan Nasdem.
Sedangkan datu daerah lainnya yakni Kota Serang diikuti tiga pasangan calon, Vera Nurlaela dan Nurhasan yang diusung Partai Golkar, Gerindra, PDI P, Demokrat, PKB, Nasdem, PKPI dan PBB. Kemudian nomor urut dua Samsul Hidayat-Rohman dari jalur perseorangan dan nomor urut tiga Syafrudin-Subadri Usuludin yang diusung PPP, PKS, Hanura dan PAN.
Menurut Eka, sesuai UU No 10Tahun 2016 untuk Pilkada dengan satu pasangan calon, perolehan suara harus melebihi 50 persen atau 50 persen plus satu persen untuk dinyatakan menang. "Jika kolom kosong yang memperoleh suara 50 persen plus satu persen, maka akan digelar kembali pilkada pada periode pilkada serentak berikutnya yakni Thaun 2020," kata Eka.
Sementara jabatan bupati atau wali kota di daerah tersebut, akan dijabat oleh penjabat bupati/wali kota yang ditunjuk oleh gubernur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement







