IKIP Budi Utomo Antisipasi Radikalisme dengan Budaya Multikulturalisme

Choirul Anam
Choirul Anam Jum'at, 08 Juni 2018 15:10 WIB
IKIP Budi Utomo Antisipasi Radikalisme dengan Budaya Multikulturalisme

Ilustrasi terorisme/JIBI

Harianjogja.com, MALANG—Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo, Malang, Jawa Timur, menangkal paham radikalisme di kampus lewat praktik dan promosi budaya multikulturalisme dan dialog.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang Nurcholis Sunuyeko menjamin di kampus tersebut tidak ada, apalagi berkembang paham radikalisme karena praktik interaksi sehari-hari antarmahasiswa selalu mempraktikkan budaya dan paham multikulturalisme yang intinya berupaya memahami dan menghormati budaya dan adat istiadat lian.

“Kami juga terus mempromosikan budaya multikulturalisme lewat berbagai kegiatan intra dan ekstra kampus lewat diskusi, seminar, maupun kegiatan seni budaya,” ujarnya di sela-sela pemberian santunan pada 350 anak yatim dan duafa serta tali asih pada RW dan RT di lingkungan kampus IKIP Budi Utomo di Malang, Rabu (6/6/2018).

Yang tidak kalah penting, kata dia, mengembangkan budaya dialog. Paham-paham yang dikembangkan mahasiswa dan berpotensi menjadi eksklusif diupayakan agar ada dialog dengan paham lain yang berbeda lewat berbagai kegiatan yang difasilitasi kampus.

Dialog penting karena berkembangnya budaya eksklusif yang berpotensi mengarah paham radikal karena tidak ada ruang untuk berdialog dengan budaya lain. Dengan adanya dialog, diharapkan masing-masing pihak memahami dan mengerti pihak lain sehingga tidak berkemabang budaya eksklusif.

Dari sisi sosialogis, kata Nurcholis yang doktor sosialogi itu, juga tidak mungkin berkembang paham eksklusif, apalagi radikal, karena mahasiswa IKIP Budi Utomo yang berjumlah 7.350 orang itu berasal dari berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa dengan adat istiadat beragam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online