New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Foto Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo di HUT Ke-66 Kopassus./JIBI-Ist-Twitter
Harianjogja.com, JAKARTA—Peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Balai Komando Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Senin (16/4/2018) menyisakan cerita.
Dalam peringatan itu, beredar foto Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Pur) Gatot Nurmantyo duduk berdampingan saat perayaan ulang tahun Kopassus itu berlangsung.
Perayaan HUT Korps Baret Merah kali ini digelar secara tertutup tanpa adanya atraksi-atraksi dari pasukan elite TNI Angkatan Darat itu seperti tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan foto soal situasi perayaan korps baret merah tersebut yang viral di media sosial, tampak mantan Danjen Kopassus Letjen (Pur) Prabowo Subianto yang berdampingan dengan Gatot Nurmantyo. Hal itu terungkap dari foto yang diunggah akun Twitter mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo.
Sementara itu, salah satu pejabat Penerangan Kopassus Letkol Inf Achmad Munir ketika dimintai konfirmasi enggan menanggapi foto yang viral di media sosial itu. Ia menyatakan bagian penerangan Kopassus tidak mengeluarkan rilis soal perayaan HUT Ke-66 Kopassus yang di gelar Balai Komando Kopassus, di Cijantung.
"Yang mengeluarkan rilis adalah Pusat Penerangan [Puspen] TNI karena Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto hadir dalam perayaan HUT tersebut," katanya.
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) harus mampu berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi berbagai perkembangan zaman.
"Prajurit Kopassus harus menjadi pelopor dan berada di ujung terdepan dalam hal inovasi-inovasi terkait operasi khusus di tubuh TNI," kata Panglima TNI dalam sambutannya pada acara Syukuran HUT ke-66 Kopassus.
Panglima TNI mengungkapkan bahwa 66 tahun yang lalu, Kopassus lahir dari sebuah tekad dan pemikiran seorang Slamet Riyadi, pemuda berusia 23 tahun dengan analisa kritisnya telah mampu memikirkan arti penting dimilikinya suatu satuan kecil berkemampuan khusus.
"Saat ini, mungkin kita tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Namun demikian, jika dikaitkan dengan konteks yang terjadi saat itu, maka pemikiran Slamet Riyadi pada hakekatnya merupakan lompatan inovatif di zamannya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
AFC Nations League disiapkan AFC. Simak proyeksi divisi Timnas Indonesia berdasarkan ranking FIFA dan status format kompetisi.
Helm yang terkena hujan jangan langsung disimpan. Simak 3 cara merawat helm agar tidak bau apek, tetap nyaman, dan awet digunakan.
Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium pada 25 dan 26 September 2026 dibatalkan karena cuaca buruk. Tiket Ticketmaster akan direfund otomatis.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026 sekaligus memecahkan dua rekor dunia dengan total 366 kg.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.