Advertisement
Lewat Jalur Tikus, Penyelundupan 2.304 Miras dari Malaysia Berhasil Digagalkan
Minuman keras (miras). - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
Advertisement
Harianjogja.com, PUTUSSIBAU (KALBAR)- Upaya penyelundupan minuman keras (miras) dari Malaysia berhasil digagalkan.
Sebanyak 2.304 botol minuman keras (Miras) asal Negara Malaysia yang masuk melalui jalur tidak resmi diamankan TNI daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatan Badau wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat.
Advertisement
"Ribuan botol miras itu diselundupkan melalui jalan tikus, menggunakan kendaraan roda empat yang dikendarai pelaku berinisial AK (39) yang merupakan warga Badau," kata Komandan Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Akbar Nofrizal Yusananto, melalui Rilis yang diterima Antara, Kamis (12/4/2018).
Dijelaskan Akbar, ribuan botol miras itu rencananya akan dibawa pelaku ke Desa Nanga Kantuk, Kecamatan Empanang.
BACA JUGA
Menurut dia, penangkapan pelaku penyelundupan miras itu ditangkap ketika anggota Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali yang sedang melaksanakan giat sweeping rutin di jalan Lintas Kalimantan Poros Utara yang menghubungkan berbagai desa dan kecamatan di Kapuas Hulu.
Sekitar pukul 11.30 WIB, melintas satu unit kendaraan roda empat jenis Kijang Innova berwarna hitam nomor polisi L 1748 YL yang diberhentikan oleh anggota Satgas.
Setelah itu kata Akbar, dilaksanakan pemeriksaan identitas pengendara bahkan ditemukan minuman keras beralkohol merk Benson (kadar 40%) sebanyak 1. 584 botol dan Merk King Way (kadar 5%) sebanyak 720 kaleng, dengan jumlah total miras yang diamankan sebanyak 2. 304 botol.
"Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku hanya mengatarkan miras itu ke toko - toko di Desa Nanga Kantuk, sedangkan pemilik miras itu salah satu pengusaha di Badau," ungkap Akbar.
Usai penangkapan, barang bukti dan pelaku kemudian dibawa menuju kantor Polsek Nanga Badau untuk dilakukan pendalaman dan proses hukum lebih lanjut.
Dikatakan Akbar, penyelundupan minuman keras itu sangat meresahkan masyarakat, sehingga akan menjadi perhatian.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak TNI Pamtas akan terus melakukan koordinasi dengan Bea Cukai Imigrasi dan kepolisian "Satgas Pamtas Yonif 123 Rajawali akan terus melakukan penjagaan dan pemeriksaan di tempat - tempat rawan pelintasan miras dan barang - barang ilegal lain di daerah perbatasan," tegas Akbar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Pegawai SPBU Tak Izinkan Pakai APAR, Motor Ludes Terbakar
- Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement







