Advertisement

Debat Publik Pilgub Jatim, Gus Ipul-Puti Janji Perbaiki Madrasah

Peni Widarti
Rabu, 11 April 2018 - 11:00 WIB
Galih Eko Kurniawan
Debat Publik Pilgub Jatim, Gus Ipul-Puti Janji Perbaiki Madrasah Bakal Calon Gubernur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (kiri), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (tengah) dan Bakal Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno (kanan) bertemu saat silaturahmi dengan sejumlah kyai se-Jawa Timur, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/2). Silaturahmi ke sejumlah pesantren tersebut guna memperkenalkan Puti sebagai pasangan Gus Ipul dalam Pilgub Jatim sekaligus meminta restu dan dukungan kepada sejumlah kyai berpengaruh. - ANTARA FOT

Advertisement

Harianjogja.com, SURABAYA—Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno, janji bakal meningkatkan fasilitas sekolah madrasah diniyah.

Dalam Debat Publik I Pilgub Jatim, Selasa (10/4/2018), Gus Ipul-Puti menilai selama ini fasilitas madrasah diniyah kurang mendapat perhatian. Gus Ipul mengatakan pada dasarnya keberadaan sekolah madrasah diniyah tersebut adalah untuk penanaman akidah dan ideology.

Advertisement

Sekaligus juga menanamkan bahwa siswa tersebut adalah orang Indonesia. Selain itu, pendidikan madrasah diniyah jiga merupakan pendidikan katakter yang selama 10 tahun ini sudah dibiayai oleh pemerintah.

"Memang fasilitas Madrasah Diniyah ini tidak memadai seperti sekolah formal lainnya, tapi kalau ini bisa direvitalisasi dan dilakukan sedikit tambahan Insya Allah akan menambah pendidikan lebih bagus dan fasilitas bagus," katanya saat menjawab pertanyaan dari moderator Debat Publik I Pilgub Jatim, Selasa (10/4/2018).

Dia mengatakan selama ini sudah ada 10.000 guru yang disekolahkan, dan muridnya nanti akan diberi subsidi dan pembangunan fasilitas yang didukung secara bertahap untuk meneruskan program yang selama ini sudah ada.

Puti menambahkan pihaknya punya program Madin Plus yang sudah ada sebelumnya maka dana BOS daerah. Namun nantinya, pasangan ini berkomitmen akan memeperluas atau menambah pemberian BOS daerah bagi madrasah diniyah.

"Kami juga akan beri insentif para santri dan ustad dan bagiamana agar mereka dapat kesempatan mendapat pendidikan ke luar negeri agar pendidikan meningkat. Perjuangan untuk dapat BOS dari pusat akan kami upayakan," katanya.

Sementara itu paslon nomor urut 1, Khofifah dan Emil justru akan mengelola dana pendidikan secara merata hingga ke pelosok daerah yang menurutnya tidak tersentuh oleh pemerintah. Selain itu, perlu ada pemerataan level sekolah umum dengan madrasah diniyah.

"Saya dan mas Emil akan negosiasi dengan pemerintah pusat bahwa BOS juga berlaku untuk madrasyah dinyah. Kesejahteraan guru juga butuh perhatian luar biasa dari pemangku kebijakan," kata Khofifah.

Menurut Emil, yang terpenting dalam meningkatkan pendidikan madrasah diniyah adalah mengatasi ketimpangan antara di desa dan kota, wilayah selatan dan utara.

"Pengelolaan jangan sampai ada ketimpangan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah

Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement