BMKG Ungkap Penyebab Banjir Saat Musim Kemarau, Ini Faktornya
BMKG mengungkap penyebab banjir saat musim kemarau 2026, mulai gelombang Rossby Ekuator, MJO, El Nino hingga faktor lingkungan.
Suasana jemaah saat berada di Masjidil Haram, Mekkah. /Reuters-Ahmad Masod
Harianjogja.com, JOGJA-Setelah menunggu beberapa hari mengenai kepastian biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2018, akhirnya pemerintah menetapkan ongkos naik haji tahun ini. Untuk jemaah calon haji (calhaj) DIY dan Jateng yang berangkat melalui Embarkasi Solo besarnya ongkos naik haji Rp35.933.275.
Hal itu tertuang dalam Kepres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1439 H/2018 M yang ditetapkan di Jakarta tertanggal 10 April 2018. Dalam kepres tersebut mengatur besaran BIPH calhaj dan besaran BPIH bagi tim pemandu haji daerah (TPHD). Berdasarkan Kepres yang diperoleh Harian Jogja, untuk ongkos naik haji tahun ini paling murah melalui Embarkasi Aceh yakni sebesar Rp31.090.010, ongkos naik haji termahal untuk Embarkasi Makassar sebesar Rp39.507.741.
Adapun ongkos berhaji melalui Embarkasi Jakarta sebesar Rp34.532.190, Embarkasi Surabaya sebesar Rp36.091.845. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp38.525.455, Embarkasi Medan Rp31.840.375, sedangkan Embarkasi Lombok Rp38.798.305. Sementara untuk BPIH bagi TPHD Embarkasi Solo sebesar Rp63.640.120.
Biaya yang dikeluarkan jemaah dipergunakan untuk biaya penerbangan haji, biaya pemondokan di Mekkah dan Madinah, biaya hidup, biaya pelayanan haji di luar negeri dan di dalam negeri.
Untuk jadwal pelunasan BPIH tahap pertama rencananya akan mulai pada 12 April. Sebelumnya, rencana pelunasan dimulai 3 April lalu. Jadwal ini mundur karena harus menunggu kepres ditandatangani Presiden.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengatakan jemaah calon haji Indonesia tahun ibadah 1439 Hijriyah akan mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada 17 Juli 2018. "Keberangkatan mereka akan dibagi dalam dua gelombang penerbangan," kata Nizar dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (10/4/2018).
Dia mengatakan gelombang pertama akan menuju Madinah pada 17-29 Juli dan gelombang kedua berangkat ke Jeddah mulai 30 Juli sampai 15 Agustus. Sebagaimana pemberangkatan, fase kepulangan jamaah juga dilakukan dalam dua tahap. Pertama dilakukan dari Jeddah pada 27 Agustus-8 September. Sementara gelombang kedua dipulangkan dari Madinah di tanggal 9-26 September.
Terdapat dua maskapai penerbangan yang mengangkut jemaah haji dari Indonesia ke Saudi dan sebaliknya, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Airlines (Saudia).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mengungkap penyebab banjir saat musim kemarau 2026, mulai gelombang Rossby Ekuator, MJO, El Nino hingga faktor lingkungan.
Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam kasus korupsi MBG dan mengaku siap mengungkap pihak lain yang terlibat.
Dishub Bantul mendorong pengelola parkir acara mengurus izin insidentil untuk menekan parkir liar dan menjaga ketertiban lalu lintas.
Timnas Indonesia U-19 masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Duel melawan Vietnam menjadi laga penentunya.
Veda Ega Pratama naik satu posisi di klasemen Moto3 setelah Brian Uriarte didiskualifikasi akibat pelanggaran regulasi oli mesin.
KPK mengungkap dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar. Penyidik membongkar kode rahasia "malaikat" hingga "vokalis".