Advertisement
Wah, Arab Saudi Berambisi Bangun 350 Bioskop dengan Lebih dari 2.500 Layar
Pekerja melintas di depan Distrik Finansial King Abdullah yang sedang dibangun di Riyadh, Arab Saudi, pada 2016 lalu. - REUTERS/Faisal Al Nasser/Foto dokumen
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Arab Saudi menargetkan pembangunan sekitar 350 bioskop dengan lebih dari 2.500 layar hingga tahun 2030. Rencana ambisius itu untuk melayani penduduk yang berjumlah lebih dari 32 juta orang, yang sebagian besar di antara mereka berusia 30 tahun.
Fasilitas-fasilitas itu diharapkan akan menarik hampir US$1 miliar dolar (atau sekitar Rp13,7 triliun) dari penjualan tahunan tiket menonton. "Pemulihan bioskop akan membantu mendorong perekonomian setempat dengan meningkatkan pengeluaran rumah tangga untuk hiburan sementara mendukung pembukaan lapangan kerja di Kerajaan," kata Menteri Kebudayaan dan Informasi Awwad Alawwad.
Advertisement
Arab Saudi untuk pertama kali akan mempunyai bioskop pada 18 April mendatang di Ibu Kotanya, Riyadh, setelah lebih dari 35 tahun menonton bioskop dilarang di negara penghasil minyak itu. Menurut pihak berwenang, pembukaan bioskop akhirnya akan terlaksana setelah ada kesepakatan dengan AMC Entertainment Holdings.
AMC bermitra dengan Dana Investasi Publik (PIF), yang merupakan dana kesejahteraan kedaulatan utama Arab Saudi. Rencananya, AMC Entertainment Holdings akan membuka hingga 40 bioskop dalam lima tahun mendatang.
BACA JUGA
Sebetulnya, kerajaan Muslim yang sangat konservatif itu pernah memiliki bioskop pada 1970-an. Namun, ulama-ulama berpengaruh berhasil menutupnya, yang pada saat itu menunjukkan peningkatan pengaruh Islamis di kawasan Arab.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, tahun lalu mengumumkan akan mencabut larangan tersebut sebagai bagian dari reformasi ekonomi dan sosial ambisius yang didorong oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Putra Mahkota saat ini sedang melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk berusaha menggaet investasi, guna membantu perluasan perekonomian dan mengurangi ketergantungan kerajaan itu dari minyak.
Masyarakat Arab Saudi adalah konsumen-konsumen yang menggemari media dan kebudayaan Barat. Walaupun bioskop dilarang, film-film Hollywood dan serial televisi terbaru banyak ditonton di rumah dan diperbicangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement





