Advertisement

Bakal Gantikan Prameks, Berapa Tarif KRL Jogja-Solo?

Hijriyah Al Wakhidah
Selasa, 03 April 2018 - 06:17 WIB
Nina Atmasari
Bakal Gantikan Prameks, Berapa Tarif KRL Jogja-Solo? Armada KRL Commuter Line yang berada di Dipo Citayam, Jawa Barat. (Bisnis Indonesia - Nurul Hidayat)

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO — PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengembangkan kereta rel listrik (KRL) sebagai pengganti kereta Prambanan Ekspress (Prameks).

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, Senin (2/4/2018) mengungkapkan KRL ini kemungkinan bakal menerapkan sistem pelayanan yang sama dengan KRL di Jakarta. Tarifnya juga akan menggunakan harga tiket bersubsidi seperti Prameks.

Advertisement

“Teknologinya mestinya standar KRL, jadi semestinya sama dengan yang ada di Jakarta. Sistemnya pun sama, nanti ada penataan di stasiun-stasiun tempat KRL itu berhenti, seperti ada loket khusus KRL, jadi terpisah antara pelayanan jarak jauh dengan lokal KRL,” katanya.

Dengan adanya loket khusus KRL itu, seperti halnya operasional KRL di Jakarta, Eko juga menyebut nantinya pelanggan bisa memanfaatkan kartu berlangganan KRL. Kartu itu akan seperti kartu multitrip sehingga transaksi pembayaran tidak perlu dengan uang tunai. Pemegang kartu e-money dari bank-bank juga bisa untuk bertransaksi perjalanan KRL. “Ya nanti kan semua di tata.”

Meskipun memakai kartu untuk membeli tiket, tarif KRL untuk rute-rute di Jakarta sama seperti tarif Prameks yang juga merupakan tarif subsidi. Bahkan menurut Eko, subsidi paling besar dari pemerintah yang mengalir ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian digunakan untuk mensubsidi tarif KRL. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat naik KRL.

“Soal tarif nanti jadi berapa kami juga belum tahu, yang jelas untuk saat ini tarif Prameks mulai Rp8.000-Rp16.000/penumpang. Itu tarif subsidi,” kata Eko. Dia menegaskan KRL adalah proyek dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sehingga segala bentuk kebijakan teknis ada di kewenangan Kemenhub. 

KRL disiapkan sebagai solusi atas tingginya permintaan kereta lokal Solo-Jogja dan sebaliknya yang selama ini hanya dilayani Prambanan Ekspress (Prameks) pakai KRDE dan KRDI. Dalam sehari, Prameks bisa melayani 16.000 penumpang dengan 21 trip per hari. “Itupun banyak menolak calon penumpang, terutama pada jam-jam padat dan weekend,” kata Eko, Minggu (1/4/2018) lalu.

Prameks KRDE dibatasi kapasitas 800 penumpang, sedangkan Prameks KRDI sebanyak 500 penumpang. Prameks kereta umum kapasitasnya lebih sedikit lagi sehingga kapasitas Prameks saat ini sangat terbatas. Terkadang, PT KAI mengambil KA terusan untuk melayani penumpang lokal Kutoarjo-Jogja-Solo dengan kereta jarak jauh dan tarif yang berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet

Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet

Bantul
| Sabtu, 04 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement