Advertisement
KISAH INSPIRATIF : Tumor Mulut Diambil, Gadis Ini Akhirnya Dapat Makan Sendiri
Advertisement
Kisah inspiratif mengenai perjuangan seorang gadis yang selama bertahun-tahun mengalami tumor mulut.
Harianjogja.com, INDIA -- Seorang gadis mengidap tumor mulut. Ukuran tumor yang terbilang besar membuat dia kesulitan berbicara dan makan dengan benar. Selama bertahun-tahun menghadapi masalah ini, akhirnya tumor tersebut dapat diambil.
Advertisement
Mirror, Minggu (5/3/2017) menulis benjolan yang dimiliki Laxmi Kumari awalnya hanya berukuran kecil. Benjolan ini akhirnya tumbuh besar dalam waktu tiga tahun hingga menyembul keluar dari mulut.
Akibat kondisi kesehatan ini, gadis 15 tahun ini terpaksa harus keluar dari sekolah dan menyendiri di kamar. Karena kebiasaannya ini, kemampuan untuk makan, minum, berbicara bahkan bernafas secara perlahan berkurang.
Tumor Laxmi akhirnya dapat dioperasi tahun lalu. Saat ini, dia tengah menunggu waktu untuk menjalani perawatan bedah kosmetik bulan depan.
Laxmi yang tak sabar menjalani tahapan tersebut berkata,"Saya pernah menyerah ketika tumor ini tumbuh di mulut saya. Ada kalanya saya ingin mengakhiri hidup, tetapi saya tidak terlalu berani untuk bunuh diri. Saya memutuskan untuk hidup dengan rasa sakit maupun hinaan. Teman sekelas saya memanggil saya hantu. Karena itu saya berhenti sekolah. Sekarang saya tak punya teman. Tak ada yang berbicara pada saya. Bahkan saudara kandung saya sendiri."
[caption id="attachment_799102" align="alignright" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/03/170603-swns-tumor-mulut-2.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/03/170603-swns-tumor-mulut-2-370x247.jpg" alt="Seorang gadis mengalami tumor mulut. Semula tumor ini hanya berupa benjolan. Dalam tiga tahun, ukurannya membesar hingga menyembul ke luar (IST/SWNS)" width="370" height="247" /> Seorang gadis mengalami tumor mulut. Semula tumor ini hanya berupa benjolan. Dalam tiga tahun, ukurannya membesar hingga menyembul ke luar (IST/SWNS)[/caption]
Laxmi dari Navgachiya, Koshipar, India sebenarnya hanya seorang gadis normal berusia 12 tahun. Namun benjolan kecil di dalam mulut yang membesar hanya dalam beberapa tahun mengubah hidupnya.
Penyakit yang dialami gadis ini disebut sel epulis raksasa, jaringan yang terus tumbuh karena iritasi atau luka.
Dia berhenti sekolah saat tumor ini tumbuh di mulutnya beberapa tahun lalu. Dia diolok-olok teman-teman sekelasnya dan menyebut dia kerasukan hantu.
Gadis ini menjalani operasi di Bhagalpur, Bihar, India Utara, Oktober lalu.
Medics berkata pihaknya harus menyediakan 2,8 gram hemoglobin dan 32 kantong darah saat operasi. Dia perlu menjalani terapi lagi untuk mengatasi benjolan di sisi kiri bagian dalam mulut dan di mata kanan. Sayang opsi ini harus tertunda sementara waktu, karena keluarga harus mengumpulkan 2.600 rupee atau Rp520.038.
Berempati dengan kondisi ini, penduduk lokal menggalang dana sehingga dia dapat dirawat beberapa minggu lalu. Kini, dia tengah menunggu prosedur selanjutnya.
Tetangga gadis ini, Sonu Kumar Jaiswal berkata," Laxmi merupakan keluarga miskin. Ayahnya seorang petani dan berusaha memberikan yang terbaik sehingga dapat membawanya ke berbagai dokter untuk menjalani berbagai perawatan. Meskipun situasi keuangannya terbatas. Dia juga pernah menyerah ketika dokter angkat tangan dalam menangani kasus ini. Laxmi memilih untuk menyendiri dan merasa hancur hatinya. Dia tinggal di ruangna yang terpisah, di sebuah ruang yang jarang dimasuki keluarganya. Semua berubah drastis setelah operasi. Kini dia mulai dapat diterima baik, di rumah maupun lingkungan luar. Kami percaya, Laxmi akan mendapatkan kembali wajahnya semula, murni dan cantik setelah operasi selesai."
Dr Upendra Nath, Kepala Bedah di Jawaharlal Nehru Medical College Hospital berkata," Operasi Laxmi akan dilakukan secepatnya, setelah kami mendapat hasil patologi," ungkapnya.
"Kami meminta ayah Laxmi untuk membawanya kembali ke rumah sakit sehingga kami dapat melanjutkan perawatan. Namun setelah 20 hari, Laxmi belum juga datang karena ayahnya tak memiliki uang untuk menjalani tes. Namun, kini tes itu sudah dilakukan, dia akan dioperasi secepatnya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




