7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Sejumlah peserta Diksar yang saat ini dirawat di RS JIH saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (27/1/2017). (Arif Wahyudi/Harian Jogja/JIBI/Harian Jogja)
Mahasiswa UII meninggal, korban selamat terus dipantau kampus.
Harianjogja.com, JOGJA - Pihak Universitas Islam Indonesia (UII) membatasi akses 34 mahasiswa yang menjadi peserta dalam Pendidikan Dasar (Diksar) The Great Camping (TGC) XXXVII di Lereng Gunung Lawu, Karanganyar, beberapa waktu lalu.
Seorang peserta diksar, TA, 20, mengungkapkan setelah meninggalnya Ilham Nurpadmi Lisya Adi, korban meninggal ketiga dalam kegiatan tersebut, kampus semakin intens melakukan pengawasan terhadap dirinya. Bahkan ketika Harianjogja.com bermaksud mendatangi indekosnya, mahasiswa asal luar Jawa itu menolak dengan halus.
"Maaf bapak, sepertinya tidak bisa, saat ini kampus ketat mengawasi saya," ujarnya saat dihubungi Harianjogja.com melalui sambungan telepon.
Kepada koran ini TA juga menyatakan kondisinya sudah membaik. Pasalnya dia juga hanya mengalami luka luar seperti lecet-lecet dan lebam. Luka itu didapat karena disuruh merayap di area Diksar.
Dalam percakapan di telepon itu TA terdengar terbata-bata dan ragu-ragu dialognya.
Kepala Bagian Direktorat Humas Karina Utami Dewi saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya tidak berlebihan dalam membatasi ruang gerak peserta Diksar yang saat ini masih dalam pemantauan tim medis.
"Jadi pengawasan yang kami lakukan itu hanya untuk memastikan kondisi para peserta ini selalu baik-baik saja," jelas Karina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.