BAYI KEMBAR SIAM : Tulang Dada Menempel hingga Panggul, Mungkinkah Dipisahkan?

Bayi kembar siam, Eva dan Erika (Sacramento Bee)
29 November 2016 06:20 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Bayi kembar siam ini bersiap jalani operasi pemisahan dan rekonstruksi.

Harianjogja.com, AMERIKA -- Seperti bayi usia dua tahun pada umumnya, balita kembar Eva dan Erika Sandoval merupakan anak yang aktif dengan perkembangan fisik dan mental yang baik. Sayang tumbuh kembang mereka diwarnai tragedi. Sebab dua saudara ini merupakan kembar siam yang menempel antara tulang dada hingga panggul.

Dailymail pada Rabu (23/11/2016) menulis, saudara ini berbagi sistem pencernaan, rahim, hati, kandung kemih dan kaki ketiga yang memiliki tujuh jari.

Dalam proses tumbuh kembang ini, mereka mulai menghadapi masalah kesehatan yang serius. Mereka harus dirawat lantaran belasan kali mengalami infeksi saluran kencing maupun dehidrasi yang tak terhitung.

Saat ini, orang tua mereka, Aida dan Arturo membuat keputusan besar yang menyakitkan, yakni memisahkan mereka. Operasi ini memiliki peluang kematian 30%, baik untuk salah satu atau keduanya.

Dari operasi ini, kemungkinan Eva akan mempertahankan kandung kemih, sedang Erika kantung kolostomi. Dari keduanya, Erika merupakan saudara dengan kondisi kesehatan terlemah. Bila berhasil dipisahkan, ada kemungkinan Erika hanya mendapat kaki ketiga, sedang Eva memiliki
Erika, kembar lemah, mungkin menjaga kaki ketiga mereka sementara Eva mendapat kedua kaki.

Namun, keduanya akan kehilangan bagian tuybuh yang penting. Mereka harus mendapat rekonstruksi untuk tubuh bagian bawah.

Dari perencanaan ini, dapat dikatakan proses pemisahan bayi kembar siam ini merupakan yang terumit ditangani Rumah Sakit Anak Lucile Packard, Stanford. Saking sulitnya, ada kemungkinan operasi selalu ditunda.

Semula, operasi akan diadakan Januari tahun ini, tetapi tim menyatakan baru dapat melakukan pada minggu pertama Desember.

Dokter bedah selama beberapa bulan ini tengah mengembangkan jaringan tisu, sebuah strategi yang diperlukan untuk operasi rekonstruksi memisahkan bayi kembar siam, sehingga diperlukan pergerakan lebih besar dan manipulasi.

Sacramento Bee menggambarkan bagaimana biaya dan tingkat kerumitan operasi maupun perawatan sebelum operasi. Pengeluaran ini dirasa memberatkan keluarga ini.

Aida sebenarnya didesak untuk menggugurkan kandungan, tepatnya saat dia tengah hamil dua tahun lalu, saat dia berusia 44 tahun dan suami 49 tahun. Dengan keyakinan kuat, pasangan yang dikenal religius ini memilih tetap mempertahakan kehamilan. Sebelumnya mereka telah memiliki tiga anak di usia 20 tahunan.

Setelah kedua anaknya lahir, tantangan yang dihadapi pasangan ini semakin berat. Aida harus pindah ke Palo Alto, agar dekat dengan rumah sakit yang merawat anak-anaknya. Sementara Arturo tetap bekerja di dekat rumahnya, Antelope, Kalifornia.

Kendati berat, Aida menyatakan tidak kehilangan keyakinan. "Yang harus diingat adalah, dokter menyampaikan hal terburuk. Saya memiliki iman pada Tuhan dan saya yakin jika diizinkan semua akan terjadi. Mereka ingin hidup dan mereka akan berperang untuk mendapatkan."

Dia yakin operasi akan berjalan lancar, sehingga bayi yang lebih kecil dan lemah, Erika dapat tumbuh seperti anak normal lainnya.

Bee menyatakan Eva sebagai saudara kembar dengan tubuh lebih besar dan dominan. Media ini juga menjelaskan bagaimana dia membawa saudaranya kemana saja.

"Dia bergerak dengan dua tangan dan satu kakinya yang mungil, sedang saudaranya mengikuti dengan tungkainya yang tipis. Terkadang dia menyerah dan membiarkan dirinya ditarik," tulis reporter Bee, Sammy Caiola.

Kepada media massa ini, Aida mengatakan,"Ada waktu salah satu merasa lelah atau sakit, dan yang satu lagi ingin bermain. Saya ingin mereka dapat merasakan terpisah. Ada sesuatu yang dapat dilakukan jika mereka dipisahkan," terangnya.