Advertisement
KECELAKAAN UDARA : Dengar Suara Helikopter, Pemilik Rumah Bergurau Ada Pesawat Jatuh, Ternyata ...
Advertisement
Kecelakaan udara berupa helikopter jatuh terjadi di Kalasan Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Masih dalam suasana Idul Fitri, Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, mendadak ramai didatangi orang. Kumpulan manusia seakan menyemut di depan rumah berdinding batako yang belum diplester, milik Suparno.
Advertisement
[caption id="attachment_735986" align="alignleft" width="370"]http://images.solopos.com/2016/07/kecelakaan-udara-helikopter-jatuh-rumah-warga-1.jpg">http://images.solopos.com/2016/07/kecelakaan-udara-helikopter-jatuh-rumah-warga-1-370x246.jpg" width="370" height="246" />
Rumah Suparno, 45,warga Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman Jumat (8/7/2016) dijaga ketat oleh pihak berwenang. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)[/caption]
Mereka datang bukan untuk bersilaturahmi tetapi untuk menyaksikan rumah sederhana yang tertimpa helikopter jenis Bell 205 milik TNI AD pada Jumat (8/7/2016) sore. Orang dari segala penjuru kampung di sekitaran Kowang itu berdiri dan sesekali melongok untuk melihat bagian belakang rumah yang tersapu ekor helikopter.
Tak jauh dari kerumunan itu, Suparno berdiri di bawah pohon mangga milik tetangganya. Pria yang mengenakan kaus biru itu hanya berdiam menyaksikan ratusan orang yang lalu lalang di depannya.
Saat disapa Harianjogja.com, pandangannya masih kosong. Pria berperawakan kecil tinggi itu hanya mengikat kedua tangannya ke bagian belakang sambil bercerita kronologis kejadian jatuhnya helikopter.
Saat peristiwa nahas itu terjadi, pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini sedang berada di barat dusun untuk mencarikan pakan rumput untuk ke enam kambingnya. Ia mengaku tak memiliki firasat buruk sebelumnya. Hanya, ia sempat bergurau dengan rekan sesama pencari rumput yang sedang berada bersamanya.
"Dengar ada suara helikopter, saya sempat bergurau ke teman saya. Saya teriak ke dia, hei pesawat jatuh," katanya sambil berteriak seakan mengulang gaya bicaranya pada temannya itu.
Namun teriakan itu justru berakhir tragis. Sebuah helikopter dari arah timur justru menimpa rumahnya sendiri, tepatnya bagian dapur. Tak lama berselang, salah satu tetangganya pun berlari menghampirinya dan memberitahukan bahwa helikopter jatuh menimpa rumahnya.
"Sampai sekarang saya masih heran. Nggak percaya. Mosok rumah saya," tuturnya sembari melihat rumahnya yang sudah dijaga ketat oleh aparat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement




