Advertisement
ANCAMAN BOM : Los Angeles Tutup Seluruh Sekolah Negeri
Advertisement
Ancaman bom terjadi di sejumlah sekolah
Harianjogja.com, LOS ANGELES-Seluruh sekolah negeri di Los Angeles diperintahkan tutup karena mendapat ancaman.
Advertisement
Dilansir dari The Guardian, Selasa (15/12/2015), juru bicara distrik sekolah tersebut, Ellen Morgan mengumumkan penutupan pada Selasa (15/12/2015). Keterangan lebih detil belum disampaikan.
Saat jumpa pers, pengawas sekolah, Ramon Cortines mengatakan ancaman tidak hanya dialami satu, dua atau tiga sekolah tetapi banyak sekolah. Sayang dia menolak menyampaikan bentuk ancaman tersebut.
Dia menuturkan telah meminta staf sekolah memeriksa keadaan sekitar, apakah melihat sesuatu yang mencurigakan, tetapi staf juga diminta untuk tidak menyentuh atau melakukan sesuatu terhadap temuan tersebut sebelum menghubungi pihak terkait. Sikap ini menunjukkan jika dirinya dan sekolah mendapat ancaman bom.
Kepala Departemen Sekolah Polisi di Los Angeles, Steve Zipperman menuturkan ancaman disampaikan melalui pesan elektronik dan. Setelah itu, keputusan menutup sekolah dilakukan secara hati-hati untuk mengurangi kepanikan.
"Kami belum mendapat apakah negara bagian lain juga mendapat ancaman yang sama," kata dia.
Asisten Kepala Los Angeles Police Department (LAPD), Jorge Villegas mengatakan departemen dan FBI tengah menyelidiki kasus ini.
Cortines berkata akan merilis pernyataan mengenai ancaman tersebut setelah polisi memeriksa sekolah. Dia juga berpesan kepada staf untuk lebih luwes berkomunikasi dengan orang tua agar sementara waktu berkumpul dengan anak.
Distrik ini memiliki luas area terbesar kedua di negara tersebut, terdapat 640.000 siswa di Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA, 900 sekolah dan 187 sekolah publik.
Belum pernah dalam sejarah sekolah-sekolah tutup secara bersama. Cortines menyampaikan pesan hari Selasa tersebut sebagai ancaman langka. Adapun belum lama ini terdapat ancaman serangan teroris di dekat San Bernardino.
"Saya sebagai pengawas, tidak akan membiarkan nyawa siswa terancam."
"Kami mendapatkan ancaman sepanjang waktu," katanya. "Kami mengevakuasi sekolah, kami mengunci sekolah, dll Kami juga tidak membiarkan siswa keluar begitu saja tanpa sepengatuhan orang tua.
"Jadi apa yang kita lakukan hari ini tidak jauh berbeda dengan apa yang selalu kami lakukan selama ini, kecuali menyelesaikan masalah ini dengan cara massal."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




