Advertisement

Ki Bagus Hadikusumo Diajukan Jadi Pahlawan Nasional

Sabtu, 07 November 2015 - 19:20 WIB
Nina Atmasari
Ki Bagus Hadikusumo Diajukan Jadi Pahlawan Nasional

Advertisement

Ki Bagus Hadikusumo diajukan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional

Harianjogja.com, BANTUL – Mantan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga merupakan pahlawan nasional Ki Bagus Hadikusumo dalam hidupnya sangat memegang prinsip menjadikan Islam sebagai dasar akhlak pemimpin. Prinsip akidah yang dipegang oleh Ki Bagus Hadikusumo sangatlah kuat.

Advertisement

Beberapa artikel mengutip salah terkait prinsip Ki Bagus Hadikusumo ini. Seharusnya Islam dijadikan sebagai dasar akhlak pemimpin, namun anggapan yang beredar di masyarakat yaitu Ki Bagus ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga cucu dari Ki Bagus Hadikusumo, Gunawan Budiyanto mengaku mampu membuktikan pemikiran Ki Bagus ini. Semua ini dibuktikannya lewat beberapa karya Ki Bagus.

“Ki Bagus menjadikan Islam sebagai dasar akhlak pemimpin perlu dikoreksi, karena masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa maksud dari prinsip Ki Bagus yaitu berkeinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam itu sangat salah. Pembuktiannya terlihat dari tulisan-tulisan beliau yang mengarah bukan ingin menjadi Indonesia Negara Islam,” kata Gunawan di ruang rektorat UMY, Jumat (6/11/2015).

Terlepas dari dasar prinsip pemikiran ini, Ki Bagus juga telah banyak berperan dalam Kemerdekaan RI dan kemajuan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang pernah dipimpinnya. Penghargaan pada jasa Ki Bagus ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah membentuk tim naskah akademik untuk gelar pahlawan Nasional bagi Ki Bagus Hadikusumo.

PP Muhammadiyah menugaskan kepada kedua instansi perguruan tinggi yang dimiliki Muhammadiyah, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA) untuk mempersiapkan naskah akademik pengajuan gelar pahlawan Nasional.

“Pengajuan pemikiran untuk menjadikan Ki Bagus sebagai tokoh pahwalan nasional tersebut sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2002 kepada pemerintah, namun baru terealisasikan di tahun 2015 ini,” ungkap Gunawan.

Sebelumnya Ki Bagus telah mendapatkan penganugerahan Bintang Maha Putra dari Presiden Soeharto pada tahun 1993, disaat momen hari kebangkitan nasional di Istana Negara.

Gunawan kembali menjelaskan, bahwa pihak keluarga terkait pemberian gelar pahlawan bagi Ki Bagus yang diserahkan oleh Presiden Jokowi di Istana negara pada Kamis (5/11/2015), yaitu berkeinginan ada penekanan atas keterlibatan Ki Bagus pada sidang BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 agustuts 1945.

“Sebagai bentuk penghargaan kepada Ki Bagus, UMY turut memberikan nama gedung yang ada di UMY dengan nama Ki Bagus Hadi Kusumo,” tutup Gunawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement