Advertisement
KAMPUS JOGJA : KKN Internasional Ciptakan Prototype untuk Pemberdayaan Masyarakat
Advertisement
Kampus Jogja yang menggelar KKN Internasional mengembangkan konsep design thinking
Harianjogja.com, SLEMAN – Sebanyak 59 mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional berhasil menciptakan ide unik dalam bentuk prototype dengan konsep Design Thinking. Prototype ini berguna untuk memberdayakan perekonomian masyarakat.
Advertisement
KKN ini diikuti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebanyak 16 mahasiswa, 23 mahasiswa Singapore Polytechnic (SP), 8 mahasiswa Kanazawa Institute of Technology (KIT), serta 12 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN). KKN ini dilaksanakan di Dusun Kaliabu, Banyuraden, Gamping dan Pulesari Sleman.
Salah satu perwakilan KKN yang juga mahasiswa Hubungan Internasional UMY, Rico Bima Paksi mengatakan dalam menciptakan ide ini untuk memecahkan masalah di kedua dusun tersebut. Sejauh ini konsep design thinking bisa diketahui bagaimana pola pemberdayaan ekonomi pada masyarakat di sana.
“Dengan konsep kami bisa mengetahui permasalahan yang ada di dusun tersebut. Kalau menggunakan cara ini kami bisa mengetahui lebih banyak permasalahan di dusun tempat kami KKN itu,” kata Rico di sela-sela pameran prototype KKN Internasional di UMY, Kamis (17/9/2015).
Konsep design thinking ini dimulai dengan cara wawancara peserta KKN dengan warga di masing-masing dusun. Selenjutnya diadakan pengelompokan masalah hingga terciptanya sebuah ide yang cocok untuk dimanfaatkan oleh warga setempat.
“Temanya kami ambil tema terkait Isu-isu lingkungan, promosi wisata sungai dan desa, serta pengolahan sampah dan limbah (residu) di Dusun Kaliabu. Soal sampah tentu diharapkan nanti sampah itu bisa dijual lagi,” jelas Rico.
Peserta KKN Internasional dari UMY yang lain, Galuh Hikmah mengatakan, sebelum para peserta KKN Internasional terjun langsung ke masyarakat. Peserta yang telah lolos seleksi diharuskan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran terkait design thinking selama tiga minggu di Singapura.
“Selama di Singapura kami belajar teori, lalu diterapkan di Indonesia. Peserta dari Singapura dan Jepang dilebur untuk bergabung dengan tim UMY dan tim UPN yang selanjutnya diterjunkan langsung di dua dusun yang berbeda,” ungkap Galuh.
Supaya warga di Dusun Kaliabu dapat mengolah sampah dengan baik dan aman, tim KKN tersebut membuat mesin pengempes botol, alat pembuka tutup botol, alat pemecah kaca, hingga mesin pembersih sungai.
Berbeda dengan penjelasan di Dusun Pulesari yang banyak berbicara hasil perkebunan Salak. Warga setempat telah memanfaatkan buah Salah tersebut dengan membuat dodol salak.
“Jadi cara ini benar-benar melihat kondisi diwilayah masing-masing. Ide dari tim KKN ini lantas kami buatkan dalam bentuk prototype atau bentuk visualisasi dari permasalahan yang ada. Bentuk visualisasi tersebut telah dipamerkan di kampus UMY,” jelas Galuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jadwal lengkap KRL Jogja Solo Minggu 5 April 2026, tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement




