Advertisement
KECELAKAAN BANTUL : Terobos Lampu Merah, Ibu-Ibu Meninggal di Tempat.
Advertisement
Kecelakaan Bantul terjadi lantaran korban tak patuhi rambu lalu lintas.
Harianjogja.com, BANTUL-Korban meninggal akibat melanggar peraturan lalu lintas kian bertambah. Seorang ibu bernama Parjiyati, 45, warga Dusun Gendeng, Desa Bangunjiwo meninggal seketika di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepalanya. Sementara dua orang lainnya yang ia bonceng, yakni Tutik Lestari, 42, dan Sandi Nurahman, 8, kini tengah dirawat intensif di RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS Bethesda Jogja.
Advertisement
Dituturkan Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Lakalantas) Polres Bantul Ipda Budi Haryanto ketiga orang itu mengalami kecelakaan pada Minggu (6/9/2015) dini hari di Ring Road Selatan, tepatnya di simpang empat Bangunjiwo, Kasihan Bantul.
Budi mengisahkan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Ketika itu, korban yang berbonceng dua orang melaju dengan kecepatan sedang. Saat tiba di perempatan tersebut, korban tak menggubris lampu merah traffic light yang tengah menyala.
Sialnya, dari arah timur, melaju mobil box dengan nopol D 8676 VX. Lantaran melihat lampu hijau menyala, mobil yang dikendarai oleh Gilang Fajar, 23, warga Bakul, Banjarnegara itu pun menambah kecepatannya.
Terkejut mendadak ada sepeda motor melintas di hadapannya, ia pun tak sempat membanting setir. Akibatnya, sepeda motor itu pun tertabrak hingga terpelanting ke depan.
“Pengendara sepeda motor bernopol AB 4545LG itu pun mengalami luka parah di bagian kepala,” kata Budi.
Selain satu korban yang seketika meninggal di lokasi, kondisi kedua pembonceng sepeda motor nahas tersebut juga tak kalah kritis. Dikatakan Budi, keduanya langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Bantul .
“Tapi karena kondisi korban yang anak-anak itu parah, dirujuk ke RS Bethesda Jogja,” imbuh Budi.
Hingga berita ini diturunkan, sopir mobil box yang menabrak belum bisa dikonfirmasi. Ia masih terlihat syok akibat peristiwa itu.
“Sopir mobil box memang tidak bersalah. Tapi dia syok karena keteledoran orang lain, kini dirinya harus berurusan dengan polisi,” kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement




