Advertisement

KECELAKAAN PESAWAT : Penyebab Mesin Pesawat Mati Diselidiki

Sunartono
Minggu, 06 September 2015 - 08:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
KECELAKAAN PESAWAT : Penyebab Mesin Pesawat Mati Diselidiki

Advertisement

Kecelakaan pesawat untuk penyebab kendaraan mendarat darurat belum diketahui.

Harianjogja.com, BANTUL- Pesawat ringan jenis Trike PKS-124 milik Federasi Aero Sport Indonesia (Fasi) DIY mendarat darurat di persawahan di Dusun Glondong, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Sabtu (5/9/2015) pagi.

Advertisement

Kepala Olahraga Dirgantara (Kapordirga) Fasi DIY, Arief Effendi, menyampaikan pesawat latih para atlet Fasi DIY itu terang Arief tengah menggelar latihan saat insiden terjadi. Pihaknya kini tengah menyelidiki penyebab matinya mesin.

"Kalau karena bahan bakar mungkin enggak, karena bahan bakarnya ada, mungkin faktor lain yang masih akan diselidiki," paparnya, Sabtu (5/9/2015)

Menurut Arief, atlet Fasi DIY biasa menggelar latihan setiap Sabtu dan telah sering menggunakan pesawat jenis Trike. Di hanggar, terdapat 15 pesawat jenis ini.

Pesawat jenis Trike dijelaskannya merupakan pengembangan dari gantole. "Sebenarnya gantole, hanya diberi mesin makanya disebut Trike," jelasnya. Pesawat ini digemari karena sistem keamananya cukup terjamin.

Bila mesin mati, pesawat otomatis bakal melayang, sehingga mencegah kecelakaan lebih parah. "Karena aslinya memang pesawat ini melayang, jadi saat mesin mati dia akan melayang," lanjutnya. Pesawat jenis Trike kebanyakan dibeli dari Inggris dan Australia. Satu unit pesawat ini dibanderol sekitar Rp200 juta.

Sementara itu salah seorang warga di sekitar lokasi pesawat mendarat, Poniman, 50 mengungkapkan, warga sejatinya tidak mendengar ada peswat mendarat darurat di lahan kacang milik warga. "Saya lihat langsung waktu jatuh, karena rumah saya enggak jauh dari tempat kejadian," ujarnya.

Warga langsung berlarian memberi pertolongan sekaligus membantu mengevakuasi badan pesawat bersama petugas TNI Angkatan Udara.

Pesawat yang diawaki pilot Lairentius Eriko,40 dan kopilot Cici Sunarsih mengalami patah bagian sayap, namun kedua penumpang selamat tak mengalami luka yang berarti.

Kedua atlet langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara Hardjo Lukito untuk memeriksakan kesehatannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto

Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto

Sleman
| Sabtu, 04 April 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement