Advertisement
PERAMPOKAN SLEMAN : "Dilumpuhkan" Mahasiswa, Pelaku Sempat Menggigit Perut Warga yang Melawan
Advertisement
Perampokan Sleman berhasil digagalkan mahasiswa. Uniknya pelaku sempat menggigit perut pihak yang berusaha menangkapnya.
Harianjogja.com, SLEMAN-Tindakan dua mahasiswa salahsatu perguruan tinggi di Jogja, Muhammad Rian, 24, dan Nur Hafid, 21, patut diapresiasi. Musababnya bukan prestasi akademi, tapi karena kepedulian, mereka berhasil menangkap pelaku pembobol rumah yang ditinggal mudik penghuninya di Jalan Argopuro, Pojok Tiasan, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (10/7/2015) pukul 09.00 WIB.
Advertisement
Menurut Rian, tertangkapnya pelaku bernama Musiyo, 34, warga Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul berawal saat ia keluar dari rumah kontrakannya bermaksud pergi ke kampus. Tetapi ia curiga dengan suara gaduh dari rumah yang berada di samping tempat ia tinggal. Rumah itu kebetulan milik Eko yang tengah mudik ke Bogor, Jawa Barat beberapa hari lalu. Ia bersama teman, salahsatunya Hafid pun berjaga dari luar rumah. Saat itu keluarlah Musiyo dari dalam rumah yang dibobolnya itu dengan membawa sebuah tas gendong dan bagor.
Ketika ditanya, pelaku justru lari. Akhirnya aksi kejar mengejar terjadi. Pelaku sempat melempar bagor berisi televisi dan bersembunyi di tanah kosong.
Ketika pelaku berhasil ditemukan di tanah kosong tersebut, lanjutnya, tersangka tidak mengakui baru saja melakukan pembobolan. Saat kedua mahasiswa itu lengang, tersangka justru melarikan diri. Takut buruannya lolos, Rian dan Hafid pun mengejarnya hingga di areal persawahan sampai berhasil menangkap dan terjadi duel fisik. Karena terdesak, tersangka justru menuduh Rian dan Hafid sebagai maling.
"Malah kita diteriaki maling, maling sama dia [tersangka]," ujar mahasiswa asal Pekanbaru ini.
Duel keduanya pun belum selesai, saat Hafid berhasil memegangi tubuh tersangka, namun ia digigit di bagian perutnya. Tersangka pun akhirnya terlepas dari tangkapan. Tetapi karena bala bantuan sejumlah warga lain berdatangan, kedua mahasiswa ini pun kian semangat untuk mengejar sampai akhirnya bisa tertangkap.
"Kalau menurut warga yang melihat ada dua orang, bawa motor Vario," imbuhnya.
Kapolsek Depok Timur Kompol Danang Kuntadi menjelaskan pihaknya lebih dahulu menyelamatkan tersangka dari amukan massa yang emosi kemudian dibawa ke Mapolsek. Tersangka masuk ke rumah korban dengan lompat pagar kemudian mencongkel pintu dengan linggis. Sejumlah peralatan make up serta TV LED diangkut tersangka dari dalam rumah korban.
"Di dalam tas, dia sudah membawa linggis, kunci T dan tang yang digunakan untuk peralatan mencongkel," ungkap Kapolsek.
Danang membenarkan bahwa rumah korban tengah ditinggal mudik ke Bogor. Karena itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati meninggalkan rumah untuk keperluan mudik.
Menurut Rian, aksi pencurian di Pojok Tiasan, Condongcatur bukan kali ini saja terjadi. Dalam sepekan ada beberapa rumah warga yang juga kehilangan laptop dan ponsel. Bahkan amplifier di masjid tak jauh dari tempat tinggalnya juga raib digondong maling.
"Kondisinya memang sepi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




