Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
PPDB 2015 sistem RTO di Kulonprogo dinilai berhasil.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan Kulonprogo akan menerapkan sistem online untuk penerimaan murid baru di tahun depan karena penyelenggaraan tahun ini dianggap berhasil.
Kepala Disdik Kulonprogo Sumarsana menilai ada tanggapan positif dari kalangan warga karena sistem online menjadikan penerimaan murid baru lebih transparan dan mudah diakses. Penerimaan peserta didik baru juga dianggap warga efektif mengurangi kesibukan pencabutan berkas pendaftaran, terutama di hari terakhir.
“Jumlah penyelenggara [PPDB online] akan ditambah tetapi belum tahu berapa,” ungkapnya, Minggu (5/7/2015). Sumarsana mengaku evaluasi PPDB online baru akan dievaluasi pada Senin (6/7) sampai Rabu (8/7/2015). Evaluasi di antaranya membahas aplikasi yang digunakan dalam PPDB di tahun ini perlu ditambah atau dikurangi, sebagai bahan penyelenggaraan selanjutnya.
Disdik mencatat penyelenggaraan pertama PPDB online di tahun ini masih terdapat kekurangan. Seperti soal sosialisasi yang kurang optimal dan beberapa kendala teknis. Kepala Sub Bagian Perencanaan Disdik Kulonprogo, Taryono, memaparkan koneksi internet juga jadi permasalahan tersendiri karena hal itu membuat sekolah-sekolah di wilayah pelosok belum bisa menerapkan PPDB online.
Wilayah itu seperti Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kokap yang tidak memiliki jaringan internet dan koneksi internet di Kecamatan Samigaluh yang tergolong sulit. “Setidaknya untuk Samigaluh, sudah dicoba satu sekolah dulu di tahun ini,” paparnya.
Bagi kalangan sekolah, penerapan PPDB manual tidak lantas merugikan. Kepala SMAN 1 Kokap, Agus Nur Khafid, mengungkapkan cara manual, alias calon siswa mesti datang langsung ke sekolahan, tetap bisa berjalan lancar di PPDB yang baru berakhir pada Jumat (3/7/2015) lalu.
Cara manual juga menguntungkan karena calon murid yang sebelumnya mendaftar secara online dan tidak diterima akan langsung mencari sekolah negeri lainnya. Meski belum menggunakan sistem online, Agus mengaku sekolahannya tetap diminati bahkan menjadi tujuan bagi siswa yang berada di Jawa Tengah, seperi wilayah Kabupaten Purworejo.
SMKN 1 Kokap juga masih menerima siswa baru melalui sistem manual. Namun, sekolah ini juga telah membuka pendaftaran secara online di website sekolah. Hal itu disampaikan Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKN 1 Kokap, Sholikatun.
“Tidak secara online yang bisa diakses secara umum. Hanya membuka pendaftaran di website sekolah, ada tiga orang yang mendaftar. Namun, tetap harus datang ke sekolah untuk melengkapi berkas,” paparnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo Akhid Nuryati mendukung PPDB online diterapkan lagi di tahun depan. Dia menganggap cara terbaru itu bisa meminimalkan kecurangan dan penerapannya efektif. “Namun, perlu diingat, kendala geografis jadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Jadwal KRL Solo-Jogja September 2026 relasi Palur–Tugu Jogja lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.00 WIB hingga perjalanan terakhir malam.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.