Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto UJIAN NASIONAL-Sejumlah pelajar mengikuti Ujian Nasional (UN) di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef, Solo, Senin (16/4). Ujian Nasional merupakan penentu kelulusan sekaligus sarana evaluasi serta pemetaan kualitas pendidikan di sekolah di seluruh wilayah Indonesia.
HASIL UN 2015, Kota Jogja berada di peringkat pertama dan Bantul kedua.
Harianjogja.com, BANTUL-Di tingkat DIY, nilai ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun 2015 tertinggi diperoleh siswa dari Kota Jogja. Posisi selanjutnya dipegang siswa dari Bantul.
Siswa SMA/SMK Bantul dinyatakan lulus 100% UN 2015. Hal itu dipastikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Atas (Dikmentas), Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Kabupaten Bantul, Suhirman. Ketika dikonfirmasi Kamis (14/5/2015) siang, ia mengakui menuturkan, kelulusan siswa kelas XII SMA sederajad kali ini mencapai 100 persen.
Rata-rata nilai ujian untuk siswa IPS adalah 56 dan IPA 61. Perolehan nilai itu, diakuinya mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Di tingkat DIY, ia mengakui nilai UN Bantul berada di urutan kedua setelah Kota Jogja.
"Satu tingkat di bawah Kota. Kalau Kota rata-rata nilai IPS 57 dan IPA 67," terang Suhirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.