UN 2015 : Lebih Satu Bulan, Soal Dimusnahkan

Ilustrasi Ujian Nasional(JIBI/Harian Jogja - Antara)
27 Maret 2015 19:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

UN 2015 memiliki aturan baru, yakni pemusnahan soal paper based test setelah satu bulan dari hari ujian.

Harianjogja.com, BANTUL-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan instruksi mengenai soal Ujian Nasional (UN) dengan sistem paper based test harus dimusnahkan setelah satu bulan dari pelaksanaan UN. Hal itu dilakukan mengantisipasi adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin menyalahgunakan soal.

Bidang Kurikulum, Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Bantul, Ghozali, mengatakan selama ini di Bantul belum ada kasus soal UN disalahgunakan. Hanya saja karena pemerintah telah menginstruksikan untuk memusnahkan, pihaknya akan mensosialisasikan pada sekolah.

"Tahun lalu ditarik dan disimpan. Tapi kalau sekarang minta dimusnahkan, kita akan lakukan karena berkaitan dengan dokumen negara yang rahasia," kata dia.

Menurut dia, alasan pemerintah menetapkan batas waktu hingga satu bulan adalah untuk kepentingan koreksi. Kenapa satu bulan, kata dia, barangkali kalau masih proses koreksi dan ada yang perlu dicocokkan dengan soal, soal masih bisa diakses.

"Target koreksi kan satu bulan jadi kalau ada LJK [lembar jawab komputer] yang tidak bisa dikoreksi bisa dicek lewat soal," jelasnya.

Jika soal UN disimpan, guru dapat melakukan pemetaan terkait soal yang dianggap sulit dan mudah.

"MGMP [Musyawarah Guru Mata Pelajaran] dapat menelaah soal UN dan melajukan pemetaan," kata Ghozali.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji, menjelaskan, pemusnahan dilakukan dengan membakar soal oleh satuan pendidikan yang telah menerima soal.

"Jangan sampai ada yang menjualnya kiloan. Yang jelas biar tidak disalahgunakan," kata Aji.

UN tahun ini akan dilaksanakan serentak mulai 13-16 Maret 2015. Tidak semua sekolah menggunakan sistem paper based test. Beberapa sekolah yang ditunjuk akan melaksanakan UN dengan sistem computer based test.

Di Bantul, sekolah yang ditunjuk di antaranya SMKN 1 Bantul, SMKN 1 Sewon, SMKN 2 Sewon, dan SMKN 3 Kasihan