Advertisement

UN ONLINE 2015 : Verifikasi Sekolah Penyelenggara Pekan Ini

Rima Sekarani
Selasa, 24 Februari 2015 - 19:40 WIB
Mediani Dyah Natalia
UN ONLINE 2015 : Verifikasi Sekolah Penyelenggara Pekan Ini

Advertisement

UN online 2015 terkait verifikasi sekolah percontohan diumumkan pekan ini.

Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala SMK Negeri 1 Kalasan, Mohammad Efendi mengungkapkan telah menerima informasi terkait jadwal verifikasi kelayakan fasilitas sekolah yang bersedia menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) bersistem online. Infonya, verifikasi oleh tim dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY dilakukan pada 24-28 Februari 2015.

Advertisement

“Kami sudah dapat kabar kalau besok pagi [Selasa] verifikasinya akan dimulai tapi kita belum tahu dapat yang tanggal berapa. Namun pada dasarnya tidak ada persiapan khusus karena pembelajaran kami memang sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi sejak 2010,” kata Efendi, ditemui di ruang tamu SMK Negeri 1
Kalasan, Senin (23/2/2015).

Efendi memaparkan sekolahnya memang sudah sering digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan computer based test, seperti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Ujian Kompetensi Guru (UKG).

“Dulu juga sudah diverifikasi oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan dan dinyatakan layak, baik dari segi jumlah maupun spesifikasinya,” ucapnya.

Jumlah peserta UN 2015 di SMK Negeri 1 Kalasan mencapai 308 orang. Komputer yang disiapkan sudah lebih dari batas minimal sepertiga dari jumlah peserta, yaitu 110 unit.

“Spesifikasi semua komputer sudah lebih dari yang dipersyaratkan. Sebanyak 36 unit diantaranya itu adalah laptop baru yang memang sudah dianggarkan untuk mengganti komputer lama,” ujar Efendi menerangkan.

Para siswa kelas XII juga telah mendapat sosialisasi tentang UN online. Menurut Efendi, anak-anak tidak kaget karena sudah terbiasa dengan pembelajaran berbasis TIK.

“Anak-anak kami cepat beradaptasi,” katanya kemudian.

Sementara itu, admin TIK di SMK Negeri 1 Kalasan, Irawan mengaku belum mengetahui kepastian teknis penyelenggaraan UN online. Namun, dia sempat mendengar kabar bahwa sistem yang digunakan adalah semi online.

“Siswa mengerjakan dengan lingkup server lokal dulu. Setelah selesai, hasilnya baru dikirim melalui server kami ke pusat. Kalau full online, takutnya begitu listrik mati
datanya akan hilang dan siswa harus memulai dari awal. Sedangkan dengan semi online, server kita bisa menyimpan jawaban sementara siswa. Jadi seandainya mati listrik, siswa bisa mulai mengerjakan langsung dari soal terakhir,” lanjutnya menjelaskan.

Irawan juga mengungkapkan, kecepatan akses internet di sekolah juga akan ditambah khusus pada pelaksanan UN nanti.

“Tidak dipakai ujian pun, komputer memang harus diservis secara berkala. Dua minggu sebelum UN, semua komputer sudah harus steril dari kegiatan lain apapun,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Eri Widaryana mengungkapkan terdapat enam SMK di Sleman yang siap menyelenggarakan UN online. Selain SMK Negeri 1 Kalasan, ada pula SMK Negeri 2 Depok, SMK Negeri 1 Godean, SMK Negeri 1 Seyegan, SMK Penerbangan AAG Adisucipto, dan SMK Muhammadiyah Prambanan. Hasil verifikasi kelayakan sekolah menjadi indikator apakah sekolah bersangkutan memang mampu melaksanakan UN online atau tidak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar

Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement