Advertisement
UN ONLINE 2015 : Partisipasi Sejumlah Sekolah di Bantul Dibatalkan
Advertisement
UN online 2015 yang sedianya dilaksanakan di lima sekolah di Bantul, akhirnya hanya dilaksanakan di sebuah sekolah.
Harianjogja.com, BANTUL- Pelaksanaan ujian nasional (UN) secara online di sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul dibatalkan lantaran tidak siapnya sarana prasarana. Hanya satu sekolah yang melaksanakan program uji coba tersebut.
Advertisement
Ujian online tingkat SMP, SMA dan SMK semula bakal digelar tahun ini di lima sekolah, yaitu di SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 1 Kasihan, SMK Negeri 2 Kasihan, di SMP Negeri 1 Bantul dan di SMP Negeri 1 Piyungan.
Namun dua minggu lalu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah membatalkan pelaksanaan ujian online untuk mayoritas sekolah di Bantul yang telah ditunjuk lantaran tidak memiliki fasilitas yang cukup seperti komputer. Dari kelima sekolah itu hanya SMK Negeri 2 Kasihan yang tetap melaksanakan uji coba UN secara online.
Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Kabupaten Bantul Muhamad Gozhali mengatakan saat ini ketersediaan komputer di setiap sekolah jumlahnya 1 : 30 artinya satu komputer untuk 30 siswa. Dari 30 komputer tersebut hanya 50% yang bisa beroperasi lainnya rusak.
Idealnya untuk mengikuti ujian online, tiap sekolah harus memiliki komputer dengan rasio 1:3. Sehingga pada saat ujian online, tiap peserta ujian yang merupakan siswa kelas III SMP dan SMA/SMK memegang satu komputer.
"Di Kota Jogja yang SMA sepertinya juga dibatalkan karena ketersediaan komputer, yang ikut hanya enam SMK," terang Muhamad Gozhali, Rabu (11/2/2015).
Pembatalan UN online di sejumlah sekolah itu disayangkan, sebab menurut Gozhali ujian online memiliki sejumlah keuntungan. Pertama menghemat biaya pengadaan kertas soal dan lembar jawaban ujian, anak-anak dilatih berfikir cepat serta penilaian lebih jujur dan transparan lantaran terkoneksi langsung dengan pusat. Alhasil sekolah tidak punya celah untuk mengakali nilai.
Dikmenof Bantul menargetkan, mengikuti uji coba ujian online pada tahun depan di sejumlah sekolah. Tahun ini Dikmenof berupaya melengkapi fasilitas seperti komputer dan akses internet. UN SMA/SMK dijadwalkan digelar mulai 9-12 April mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Bantul Totok Sudarto mengatakan, selain terkendala ketersediaan komputer, akses internet juga menghambat pelaksanaan ujian online. "Ujian online juga harus menyiapkan koneksi internet yang bagus" paparnya.
Di sisi lain secara psikologis, siswa dianggap lebih siap mengikuti ujian secara manual alias tidak menghadapi komputer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




