KURIKULUM 2013 : Dewan Panggil Dinas Pendidikan, Ada Apa?

12 Januari 2015 08:40 WIB Bhekti Suryani News Share :

Kurikulum 2013 yang tetap dilaksanakan di Bantul dipertanyakaan DPRD Bantul. Sebab banyak sekolah yang mengaku belum siap melaksanakan sistem pendidikan tersebut.

Harianjogja.com, BANTUL- Anggota DPRD Bantul Amir Syarifudin mengatakan sikap Dinas Pendidikan di Bantul yang tetap berkeras menggunakan kurikulum 2013 mencurigakan. Apakah alasannya benar karena sekolah sudah siap atau alasan lain.

Sebab kata dia, sampai saat ini informasi yang masuk ke dewan, banyak sekolah tidak siap menerapkan kurikulum anyar itu. Sekolah lebih memilih menggunakan kurikulum 2006 seperti instruksi pemerintah pusat.

"Kami akan tanyakan, kenapa Pemkab ngotot sekali ingin pakai kurikulum 2013," terang Amir akhir pekan lalu.

Ketua Komisi D DPRD Bantul yang membidangi masalah pendidikan, Enggar Surya Jatmiko menyatakan, dewan sudah menjadwalkan memanggil Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul terkait pelaksanaan kurikulum 2013.

"Kami jadwalkan kalau tidak Selasa, hari Rabu pekan depan," kata Enggar Minggu (11/1/2015).

Dewan kata dia akan mengklarifikasi sejumlah hal termasuk kengototan Pemkab untuk tetap melaksanakan kurikulum 2013. Dewan juga akan mempertanyakan masalah-masalah pelaksanaan kurikulum yang dihadapi selama ini serta solusinya.

"Setelah kami kaji dan klarifikasi baru kami akan keluarkan rekomendasi," tutur dia.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Bantul Totok Sudarto sebelumnya menyatakan tetap menggunakan kurikulum 2013 karena sudah menjadi kesepakatan Dinas Pendidikan di seluruh DIY. Ia mengklaim, mayoritas sekolah di Bantul telah siap melaksanakan kurikulum baru itu.

"Apalagi Jogja kota pendidikan, masa kita mundur menggunakan kurikulum 2006, Bantul itu dulu jadi tempat peluncuran kurikulum 2013," ujar Totok.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dikdas Bantul Masduki mengatakan, seluruh SD dan SMP di Bantul telah menerima buku kurikulum 2013 untuk semester dua ini.

"Bantul tetap pakai kurikulum baru, buku-buku bahkan sudah didrop ke sekolah," imbuhnya.