Advertisement
KISAH UNIK : Bayi Ini Baru Berusia 10 Bulan Tetapi Terlihat Seperti 5 Tahun
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Mengalami penyakit langka yang disebut sindrom Beckwith-Wiedemann, bayi berusia 10 bulan, Indigo Nowakowsky-Kaiuha ini terlihat seperti anak usia lima tahun. Penyakit yang menyerang 1 di antara 15.000 anak ini mengakibatkan Indigo mengalami berbagai masalah kesehatan.
Sampai saat ini, berat badan Indigo mencapai 25 Kg. Usia dan berat badan yang tak seimbang membuat Indigo tidak lagi dapat menggunakan kursi bayi mobil. Alhasil orangtuanya harus memesan secara khusus. Akibat sindrom langka ini, Indigo mengalami kesulitan bernafas. Gadis cilik ini pun harus berjuang untuk belajar berjalan di masa depan.
Advertisement
Diagnosa mengenai penyakit ini baru diketahui saat Indigo berusia empat bulan. Tepatnya saat berat badan Indigo terus bertambah tak wajar. Saat dilahirkan, kesehatan Indigo sempat mengkhawatirkan. Pasalnya anak ini memiliki akumulasi cairan abnormal dalam sistem sirkulasi, pusar yang menonjol, organ tubuh yang membesar dan risiko mengalami sakit kanker yang tinggi.
"Mereka melakukan tes darah dan menemukan jika Indigo mengalami sindrom Beckwith-Wiedemann. Kami sedang menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah penyakit ini merupakan genetik atau random," jelas ibu Indigo, Tiffany Nowakowsky-Kaiuha seperti dikutip dari Dailymail.
Setelah Indigo lahir, Tiffany mengakui persoalan di keluarganya semakin bertambah. Pertama, berkaitan dengan kesehatan Tiffany. Berat bagi ibu ini menggendong Indigo dengan berat sebesar 25 Kg. Akibatnya, ibu tiga anak ini mengalami sakit tulang belakang. Kedua, beban pengeluaran keluarga kian membesar. Sebab Indigo membutuhkan pakaian dan biaya kesehatan yang lebih besar. Adapun, Tiffany masih memiliki dua putra, Shade, 6, dan Devon, 4, yang juga membutuhkan biaya.
"Saya merasa khawatir dengan masa depan Indigo, karena belum diketahui apakah dia dapat berjalan atau merangkak. Biaya untuk kesehatan dan pakaian baru setiap saat juga membuat saya semakin tertekan. Karena ukuran tubuh yang besar, saya tidak dapat menemukan kursi bayi di mobil yang cocok untuk Indigo. Saya juga membutuhkan tenaga pengasuh setiaps aat saya pergi berbelanja. Kami benar-benar harus berhemat untuk mengatasi hal ini," terangnya.
Doktor mengatakan keluaga Indigo mempersiapkan diri setidaknya selama delapan tahun untuk mengetahui apakah gadis ini akan mengalami pertumbuhan yang tak lazim. Namun Tiffany menuturkan tidak dapat bertahan selama itu karena biaya yang dibutuhkan kian besar.
Guna mengantisipasi biaya perawatan Indigo, Tiffany akhirnya merilis kampanye pengumulan dana dengan nama 'Our Beautiful Indigo'.
"Kami membutuhkan bantuan untuk biaya di rumah sakit, membeli pakaian Indigo dan membantu saya mengatasi rasa sakit di tulang belakang karena menggendong dia. Setiap US$1 sangat membantu. Jika beberapa orang dapat membantu hanya US$1, akan membuat perubahan besar dan membantu kami mengatasi masalah ini," terangnya.
https://givealittle.co.nz/cause/ourbeautifulindigo">Tertarik ingin membantu? Silakan buka link ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




