Advertisement
PENUSUKAN POLISI DI SARKEM : Pelaku Mengaku Habis Pesta Miras
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/18/empat-penganiaya-polisi-di-sarkem-ditangkap-552962">Empat dari tujuh tersangka pengeroyokan anggota Brimob Polda DIY Brigadir Toni Narwoko yang ditangkap
Tim Khusus Polresta Jogja dan Polda DIY diketahui tengah merayakan ulang tahun sambil pesta minuman keras sebelum menganiaya
korban. Hal itu terungkap dari pengakuan tersangka yang diperiksa penyidik Polresta Jogja.
"Sebelum melakukan [penganiayaan] tersangka sempat pesta minuman keras," kata Kepala Polresta Jogja Komisaris Besar Polisi Slamet Santoso, Sabtu (22/11/2014)
Advertisement
Keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menangkap tiga pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi polisi.
Sementara itu, untuk http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/17/penusukan-polisi-di-sarkem-usai-dibacok-senpi-dirampas-552546">senjata api milik korban, Slamet mengaku hingga kemarin sore masih dilakukan penyelidikan karena pihaknya
belum bisa menggali keterangan yang utuh. Korban masih berobat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.
"Keterangan korban masih berubah-ubah," kata Slamet. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/19/saling-pandang-diduga-jadi-penyebab-polisi-ditusuk-di-sarkem-553249">Saling Pandang Diduga Jadi Penyebab Polisi Ditusuk di Sarkem)
Menurut Slamet, peristiwa penganiayaan yang terjadi Minggu (16/11/2014) dini hari lalu di kawasan Pasar Kembang, dipicu karena saling lirik antara korban dan tersangka. Tersangka JW yang memiliki acara ulang tahun tak terima dilirik korban kemudian marah. Sementara korban sudah mengakui sebagai anggota Brimob Polda DIY.
Namun tersangka tak menghiraukan bahkan balik menantang dan mengaku sebagai anggota Polresta Jogja. Keributan terjadi. JW membacokan pisau ke bagian punggung korban, pinggang dan tangan. Sementara teman-teman JW hanya ikut memukul.
Slamet juga membantah pernyataan Ketua Jaringan Pemantau Polisi (JPP) DIY yang menyatakan bahwa korban menyalahi prosedur tugas karena tanpa didampingi tim. Menurut Slamet, korban tidak sedang melakukan penangkapan saat mendatangi lokasi. Melainkan penyelidikan.
"Korban sedang dalam tugas lidik [penyelidikan] dan tugas penyelidkan sebagai intel sah-sah saja sendirian," ujar Slamet.
Sebelumnya JPP mendesak polisi melakukan penyelidikan internal. Ia mempertanyakan korban tidak didampingi tim.
"Ceroboh sekali polisi menangkap pencuri sendirian tanpa diback up tim. Padahal target sudah dikantongi korban," ujar Ketua JPP Bambang Tiong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement




