Advertisement
Pencetus Meninggal dengan Martabat, Brittany Maynard Wafat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Brittany Maynard, 29, yang mengalami sakit kanker otak stadium akhir meninggal Minggu (2/11/2014). Pencetus http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/29/bagi-brittany-meninggal-dengan-martabat-seperti-ini-548147">Death with Dignity Act (Meninggal dengan martabat) ini memiliki pesan akhir kepada keluarga dan rekan agar selalu hidup dengan cinta dan kedamaian.
"Brittany memilih keputusan yang berbeda dengan orang lain, meninggal dengan martabat untuk berperang melawan rasa sedih dan sakit berkepanjangan karena kanker otak," kata tim pengacara Brittany, Compassion & Choices melalui akun Facebook.
Advertisement
Dalam akun itu, disebutkan pula Brittany meninggal dengan tenang di tempat tidurnya dan dikelilingi keluarga dan teman-temannya yang terkasih. Video-video terakhir milik Brittany juga turut diunggah, termasuk video ucapan terima kasih Brittany kepada orang lain yang membantunya.
"Aku adalah orang yang menghentikan hidup untuk menghargai kehidupan, terima kasih untuk dukungannya. Jika kita mengubah pikiran kita, kita mengubah dunia! Cinta dan damai untuk semua," pesan Brittany seperti dikutip dari CNN.
Cerita Brittany dan keputusannya meninggal dengan martabat ala Brittany ini dikenal luas melalui situs sosial media, Youtube. Dari video yang diunggah pertamakali, jumlah pengaksesnya mencapai 9 juta penonton.
Sejak saat itu, Brittany makin aktif menyuarakan meninggal dengan martabat. Ditemani keluarga dan tim pengacara, Brittany mengungkapkan setiap orang berhak untuk menentukan hidupnya. Termasuk bagi pasien yang kritis untuk menerima pengobatan atau meninggal dengan cara mereka. Tentu saja, apa yang dilakukan Brittany ini menimbulkan banyak kritik. Namun, Brittany tetap memegang teguh apa yang diyakininya.
"Saya merasa tetap baik-baik saja, saya tetap dapat merasakan kebahagian yang cukup, saya masih bisa tertawa dan tersenyum bersama keluarga dan teman. Tetapi akan tiba waktunya, badanku terasa sakit dan lemah dari minggu ke minggu," kata Brittany dalam videonya yang diproduseri Compassion & Choices. Video ini dirilis CNN pada Rabu (29/10/2014).
Brittany mengatakan mengalami glioblastoma multiforme tahap 4, sebuah kanker otak stadium akhir. Ide ini tercetus dibenaknya karena ia memiliki ketakutan terbesar dalam hidupnya.
"Hal terburuk yang terjadi padaku adalah menunggu terlalu lama karena aku berusaha untuk memenuhi hari-hariku dengan harapan. Ketika hal itu terjadi, aku belum tentu dapat memenuhinya karena kehendaku diambil alih oleh penyakitku," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




