Advertisement
Dalang dari Kulonprogo Pimpin Ruwatan di TMII
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- 1 Suro/1 Muharam 1436 hijriyah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta diperingati dengan ruwatan massal. Ruwatan massal ini mengundang banyak peminat, bahkan warga negara Amerika Serikat, Andrew James Scott yang tinggal di Jakarta tertarik mengikutinya.
Ruawatan ini tepatnya berlangsung di anjungan DIY TMII, Sabtu (25/10/2014). Siang itu tak seperti hari biasanya. Panas yang menyengat kulit diwarnai dengan suasana magis. Wisatawan yang berkunjung pun rupanya tak sekadar hanya mendapatkan tontonan budaya tapi juga sebuah tuntunan.
Advertisement
Ki Suparman Cermo, seorang Dalang dari Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo DIY memimpin langsung prosesi ruwatan massal tersebut. Ki Suparman memulai prosesi dengan membaca doa dengan duduk diantara berbagai sesaji dari para sukerta.
Ruwatan itu setidaknya diikuti 94 penyandang sukerta, 50 laki- laki dan sisanya perempuan. Mereka di antaranya ruwatan untang-unting, kethono-kethini, kembang sepasang, ontang-anting, garendel, julung kembang, gotong mayit, julung sungsang, uger-uger lawang, dan sendang kapit pancuran.
Sesaji berupa pisang raja setangkep, seperangkat pakaian, pecut dan saupi itu merupakan serah-serahan dari para sukerta. Setelah Ki Suparman selesai membacakan doa, puluhan sukerta dengan didampingi kedua orang tuanya kemudian kirab mengelilingin anjungan Pemda DIY.
Mereka kemudian sungkem pada kedua orang tuanya itu. Upacara berlanjut dengan penyerahan wayang Bathara Guru oleh perwakilan Sukerta. Ki Suparman lalu meneruskannya dengan Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Murwokala.
Puncak Ruwatan ditandai dengan pengguntingan rambut kedua perwakilan Sukerta oleh Ki Suparman. Dalam upacara inu juga disertai dengan getakan, injak Bumbung, dan siraman.
Kepala Kantor Perwakilan Daerah DIY di Jakarta Djoko Aryanto dalam sambutannya mengatakan, ruwatan itu dimaksudkan dengan tujuan agar masing-masing individu maupun keluarga dapat terhindari dari kesulitan dan malapetaka, sekaligus untuk mewarisi budaya dari leluhur.
“Kita semua menyadari betapa pentingnya pelestarian budaya yang mempunyai nilai tradisi adiluhung harus tetap terjaga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement




