Advertisement
PEMBUNUHAN MAHASISWI DI SLEMAN : Mayat Penuh Luka di Sawah, Diduga Korban Pembunuhan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Warga Dusun Kanoman, Desa Banyuraden, Gamping Sleman digegerkan dengan penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan, Rabu (10/9/2014) pagi. Mayat mahasiswi itu ditemukan dengan sejumlah luka tusukan di areal persawahan.
Mayat ditemukan di lahan milik Suraji, 63, warga RT 01, RW 05 dusun setempat. Tepatnya berada di dalam kolam kering yang kebetulan di area sawah ditanami padi siap panen.
Advertisement
Posisi mayat sedikit miring di pinggiran kolam tersebut dengan ditutupi rerimbunan sampah. Ada empat luka tusukan di leher mayat yang hanya mengenaikan sehelai pakaian dalam itu. Selain itu ada luka di bagian mata yang membuat wajahnya tampak tidak jelas.
Beberapa meter dari titik lokasi, ditemukan ceceran darah ke arah sisi barat mengikuti areal jalan setapak sekitar 10 meter yang menghantarkan ke jalan aspal kampung. Pelaku diduga sengaja membuang korban di lokasi yang hanya berjarak tak lebih dari 50 meter dari rumah warga itu.
Mayat mengenaskan itu diketahui jasad mahasiswi bernama Rani Askilia berumur 22 tahun asal Blondo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Suraji, ia menemukan mayat itu sekitar pukul 06.30 WIB kemarin. Pagi itu ia sebenarnya sudah dua kali ke sawahnya untuk mengecek padi dari serangan burung emprit. Tapi datang yang ketiga kalinya itu ia menemukan korban yang tergeletak dengan ditutupi rerimbunan.
"Saya melihat di sudut sawah ada darah banyak, curiga. Saya ikuti, menengok ke timur, di sudut kolam ada reruntuhan tanah. Saya lihat ada putih, saya kira ini orang nyolong [mencuri] babi tapi belum dibawa. Saya turun lagi ke kolam, saya ambil ranting untuk membuka ternyata putih itu mayat perempuan, saya lari lapor ke tempat Pak Dukuh," terang pemilik sawah ini saat ditemui di TKP, Rabu (10/9/2014).
Ia memperkirakan jasad itu sengaja dibuang saat malam atau pagi hari. Karena sehari sebelumnya, saat dirinya mengecek kolam belum ada jasad tersebut.
Selain itu sekitar pukul 02.30 WIB kemarin ia sempat berhenti di sekitar areal sawah tersebut saat akan mengantar saudaranya pergi haji, ia tidak melihat tanda-tanda mencurigakan.
"Tapi perkiraan saya, buangnya pagi hari itu, karena darahnya itu masih segar," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Bukan Sekadar Hiasan, Ini Rahasia Makna Teologis di Balik Telur Paskah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
Advertisement
Advertisement




