Advertisement
INOVASI PERTANIAN : Ini Melon yang Dibudidaya Menggunakan Media Tanam Abu Vulkanik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Abu vulkani sisa semburan Gunung Berapi Kelud ternyata dapat bermanfaat. Di tangan tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Biologi, Purnomo, Budi Setiadi Daryono dan Ganies Riza Aristya, abu vuklanik justru digunakan untuk mengembangkan melon unggul TACAPA. Penelitian ini memungkinkan warga menanam melon menggunakan abu vulkanik. Adapun bubidaya melon kultivar TACAPA ini ada di Jamusan, Kecamatan Prambanan, Sleman.
Menurut Budi Daryono kegiatan yang didanai oleh LPPM UGM melalui hibah Teknologi Tepat Guna (TTG) ini menggunakan melon yang ditanam dengan perbandingan tiga perlakuan, antara lain ditanam hanya menggunakan campuran tanah dengan abu vulkanik, campuran tanah dengan abu vulkanik yang diberi pupuk kocor sintetik secara berkala serta dibandingkan dengan lahan kontrol campuran tanah dengan pupuk sintetik.
Advertisement
“Hasil yang didapat menunjukkan bahwa melon yang ditanam pada lahan dengan tiga perlakuan memiliki karakteristik tidak jauh berbeda, baik segi ukuran, rasa, bentuk, maupun berat buah melon TACAPA,” urai Budi, seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima.
Budi menjelaskan potensi abu vulkanik dapat digunakan untuk campuran media tanam pengganti pupuk komersial. Dimanfaatkannya abu vulkanik sebagai media tanam diharapkan dapat memberikan public awareness bahwa tidak selamanya kita harus bersikap takut atau was-was terhadap bencana, namun sudah saatnya kita “berkawan” dengan bencana, salah satunya dengan memanfaatkan apa yang telah diberikan dari adanya bencana.
Purnomo keunggulan melon ini ialah tahan terhadap jamur tepung powdery mildew, dapat tumbuh di lahan kritis karst serta dapat dibudidayakan menggunakan media tanam abu vulkanik. Capaian selanjutnya yang diharapkan antara lain benih-benih melon yang mempunyai karakter morfologis dan agronomis yang unggul, seragam dan stabil ini dapat disertifikasi dan diproduksi sebagai benih melon komersial unggulan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




