Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Terancam Tertekan
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi menekan daya beli kelas menengah dan memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
Harianjogja.com, BANTUL – Pendaftaran Siswa Didik Baru (PSDB) melalui online di Bantul baru dilakukan 20 SMP dengan daya tampung 4.020 siswa. Sekitar 27 SMP Negeri lain masih melayani pendaftaran secara reguler.
“Ya baru ada 20 sekolah yang pendaftaran online. Mudah-mudahan ke depan nanti semua bisa menyusul (PPDB online),” kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Bantul Mudiyana, Senin (23/6/2014).
Disinggung soal PSDB sistem online, Mudiyana mengakui adanya kendala, yakni masyarakat belum terbiasa menggunakan cara baru tersebut. Kondisi ini terlihat dari minimnya pendaftaran online pada hari pertama (23//2014). Banyak siswa dari keluarga miskin justru memilih mendaftar menggunakan cara reguler yakni mendatangi sekolah dan menyerahkan berkas yang diperlukan.
Kepala Dikdas Bantul Totok Sudarto mengatakan masyarakat memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Namun, ia menilai kebijakan ini harus dibiasakan agar dapat mengenal teknologi. Selain itu, tegas dia, pendaftaran online memiliki banyak keuntungan. Satu di antaranya, mengenai persoalan transparansi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi menekan daya beli kelas menengah dan memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
Inggris resmi melarang anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial mulai 2027. Kebijakan ini ditujukan untuk melindungi kesehatan mental dan keamanan anak.
Argentina menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026. Lionel Messi siap mencatat penampilan keenamnya di ajang Piala Dunia.
Bacaan doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah lengkap teks Arab, latin, arti serta waktu membaca menjelang dan setelah Magrib 1 Muharam.
Jaecoo J5 BEV menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia pada Mei 2026 dengan penjualan 2.943 unit, menggeser dominasi BYD dan memanaskan persaingan pasar EV.
Realisasi belanja APBD Sleman hingga Mei 2026 baru mencapai 31,22 persen. Fluktuasi harga BBM menjadi salah satu penyebab lambatnya pelaksanaan proyek fisik.