Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Harianjogja.com, JOGJA- Pada tanggal 22 April 2014 Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah melakukan survei di puncak Gunung Merapi untuk melakukan pengamatan visual dan morfologi.
Salah satu hasilnya tim menemukan celah yang membelah kubah lava semakin melebar ke arah barat menjadi 70 meter. Namun dalam laporan yang diunggah di situs BPPTKG tidak menyebutkan berapa luas sebelumnya.
Selain itu tim juga menemukan adanya oksidasi kuat terlihat di sekitar pusat kubah lava yang diindikasikan oleh material terlihat berwarna kemerahan.
Survei dilakukan setelah pada 20 April 2014 Merapi mengeluarkan embusan. Namun Material baru hasil erupsi tanggal 20 Apri 2014 di sekitar Sadel kawah mati sulit diidentifikasi. Material di dalam kawah tepatnya di sisi Barat cukup melimpah sedangkan di sisi Timur tidak terlihat adanya material baru.
Tim kala itu juga belum menemukan adanya pertumbuhan kubah lava baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor