NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, JOGJA- Pada tanggal 22 April 2014 Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah melakukan survei di puncak Gunung Merapi untuk melakukan pengamatan visual dan morfologi.
Salah satu hasilnya tim menemukan celah yang membelah kubah lava semakin melebar ke arah barat menjadi 70 meter. Namun dalam laporan yang diunggah di situs BPPTKG tidak menyebutkan berapa luas sebelumnya.
Selain itu tim juga menemukan adanya oksidasi kuat terlihat di sekitar pusat kubah lava yang diindikasikan oleh material terlihat berwarna kemerahan.
Survei dilakukan setelah pada 20 April 2014 Merapi mengeluarkan embusan. Namun Material baru hasil erupsi tanggal 20 Apri 2014 di sekitar Sadel kawah mati sulit diidentifikasi. Material di dalam kawah tepatnya di sisi Barat cukup melimpah sedangkan di sisi Timur tidak terlihat adanya material baru.
Tim kala itu juga belum menemukan adanya pertumbuhan kubah lava baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional.