Advertisement
Rektor UIN Kukuhkan 1.252 Guru Profesional
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Sebanyak 1.252 orang guru profesional kembali dikukuhkan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Profesor Musa Asy’arie. Mereka yang dikukuhkan merupakan guru bidang studi pada sekolah Raudhatul Athfal (RA), MTS dan MAN serta guru-guru pendidikan agama Islam (PAI) pada sekolah umum di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Rinciannya, sebanyak lima orang guru berasal dari Kota Jogja, Sleman (11 orang), Bantul (30 orang), Gunungkidul (46 orang), Kulonprogo (15 orang), Magelang (221 orang), Klaten (234 orang), Purworejo (35 orang), Wonosobo (54 orang), Banjarnegara (213 orang), Banyumas (112 orang) dan Tegal (276 orang).
Advertisement
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Hamruni mengatakan, guru-guru yang dikukuhkan ini merupakan peserta program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) LPTK Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga.
"Mereka termasuk dari kuota tambahan 2013. Jumlah awal yang mengikuti program PLPG adalah 1266 orang guru," ungkapnya di sela pengukuhan di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Selasa (24/12/2013).
Sebelumnya, pihaknya mengukuhkan sebanyak 1.089 guru profesional. Dengan demikian, total jumlah guru yang dikukuhkan pada Desember 2013 ini berjumlah 2.341 orang.
Mereka, sambung Hamruni, mengikuti pendidikan dan latihan selama 8 hari dengan bobot 90 jam pembelajaran. Terdiri dari 32 teori dan 34 praktik, 20 ujian praktek atau peer teaching dan empat ujian tulis.
"Selama proses pendidikan dan latihan, lima hari mereka mengikuti proses lecturing dan workshop materi pelatihan seperti kebijakan pengembangan profesi guru, konsep dasar kurikulum 2013, pengembangan perangkat pembelajaran," tuturnya.
Selain itu, seluruh guru juga dibekali dengan metode saintifik dan penerapan strategi pembelajaran aktif, penerapan media pembelajaran berbasis ICT, evaluasi autentik dan penelitian tindakan kelas.
Termasuk melakukan praktik pembelajaran dan post test. Dari proses PLPG itu, kata Hamruni, seluruh peserta bisa mencapai kelulusan sesuai kriteria yang ditentukan dan berhak menyandang predikat guru profesional.
"Dari yang dikukuhkan, empat orang berhasil meraih predikat terbaik. Namun, tidak semua peserta dari empat angkatan dinyatakan lulus. Sebab, sebanyak 14 orang dinyatakan tidak lulus. Ini membuktikan, kami serius untuk melahirkan guru profesional," jelas Hamruni.
Prosesi pengukuhan dihadiri oleh Kakanwil Kementerian Agama Propinsi Jawa tengah, Khaeruddin dan Kakanwil Kementerian Agama Propinsi DIY, Masykul Haji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement





