Advertisement
POLISI DAN TERSANGKA MASUK JURANG : Lewat Jalan Setapak, Anggota Polda Jateng Tewas
Advertisement
[caption id="attachment_430909" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/25/polisi-dan-tersangka-masuk-jurang-lewat-jalan-setapak-anggota-polda-jateng-tewas-430908/mayat-di-jurang" rel="attachment wp-att-430909">http://images.harianjogja.com/2013/07/mayat-di-jurang-370x263.jpg" alt="" width="370" height="263" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]
Harianjogja.com, MAGELANG- Seorang perwira polisi dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah tewas bersama seorang tersangka yang diperiksanya, akibat jatuh ke jurang saat hendak menuju lokasi kejahatan.
Advertisement
Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika jajaran Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reskrim umum (Ditreskrim) Polda Jateng menyelidiki kasus hilangnya Yolanda Irfan, putra Guru Besar Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Prof Dr Barda Nawawi, yang sudah diselidiki sejak pertengahan Juli lalu.
Aparat yang sudah menangkap seorang tersangka, yakni Munyaroh, 45, kemudian mengembangkan kasus tersebut dengan mengorek keterangan tentang keberadaan Yolanda Irfan dari tersangka.
Informasi terakhir, tersangka menyebutkan telah membunuh Yolanda Irfan dan mengubur mayatnya di sebuah jurang di lereng Gunung Sumbing, tepatnya Dusun Petung Desa Ngemplak Kecamatan Windusari.
Saat itulah AKP Yahya R. Lihu, 51 yang merupakan personel Jatanras Ditreskrim memimpin pencarian Yolanda Irfan di lokasi yang disebutkan tersangka. Kamis (25/7/2013) dini hari pukul 05.00 WIB, AKP Yahya yang didampingi 10 personel polisi bersama tersangka menuju ke lokasi yang berjarak dua kilometer dari pemukiman penduduk tersebut.
Mereka melalui jalan setapak selebar 1,5 meter dengan jurang sedalam 100 meter di sisinya. Kawasan itu hampir memasuki hutan Gunung Merbabu. Saat digiring ke lokasi, tersangka menunjuk sebuah pohon pisang di bawah jurang.
Saat itu tangan tersangka diborgol dan AKP Yahya memegangnya dengan cara memasukkan tangannya ke lengan tersangka.
Secara tiba-tiba, tersangka melompat ke jurang tersebut. AKP Yahya yang memeganginya ikut terseret ke dalam jurang yang penuh dengan pepohonan dan bebatuan keras. Di dasar jurang ada sungai kecil yang disebut warga Sungai Bongos.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




