Advertisement
KURIKULUM 2013 : Mendikbud Luncurkan Kurikulum 2013 di Bantul
Advertisement
[caption id="attachment_426105" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/15/kurikulum-2013-mendikbud-luncurkan-kurikulum-2013-di-bantul-426104/mendikbud-mumet-bisnis-indonesia-rahmatullah" rel="attachment wp-att-426105">http://images.harianjogja.com/2013/07/mendikbud-mumet-Bisnis-Indonesia-Rahmatullah-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh
JIBI/Bisnis Indonesia/Rahmatullah[/caption]
Harianjogja.com, BANTUL-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh meluncurkan Kurikulum 2013 di Sekolah Negeri Atas Negeri 1 Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Senin (15/7/2013).
Advertisement
"Memang tidak salah kami memilih Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk peluncuran Kurikulum 2013, karena ada tiga alasan kenapa peluncuran di DIY, khususnya di Bantul, kenapa tidak di kota lain," kata Mendikbud saat peluncuran Kurikulum 2013.
Menurut Mendikbud, alasan yang pertama peluncuran Kurikulum 2013 di Bantul adalah karena DIY merupakan simbol peradaban Indoensia.
"Apa yang kita siapkan dan akan kita lakukan sekarang ini bukan sekedar urusan belajar mengajar, tetapi yang kita lakukan dalam rangka membangun peradaban Indonesoa ke depan, dan Jogja adalah simbol dari peradaban Indonesia," katanya.
Alasan yang kedua, kata Mendikbud, karena pihaknya sangat paham dan menyadari dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terhadap kepentingan perbaikan pengembangan perubahan kurikulum demi kemajuan dunia pendidikan.
Bahkan, kata Menteri Pemda melalui Gubernur DIY tidak pernah mempersoalkan persoalan, namun menyelesaikian persoalan karena begitu ada kekeliruan dan melihat ada celah maka bisa dicarikan solusinya.
"Maka kami yakin jika para pimpinan daerah memiliki orientasi bagaimana menyelesaikan persoalan bukan bagaimana mempersoalkan persoalan, Insya Allah Indonesia akan maju, kami sangat berterima kasih Bapak Gubernur," katanya.
Menurut Menteri, pihaknya juga merespon dan apresiasi kepada Gubernur DIY untuk implementasi yang sangat konstruktif melalui dewan pendidikan DIY dengan memberikan pendampingan dari para profesor dan dosen selama proses pembelajaran.
"Mekanisme dua arah ini saya kira merupakan pemikiran dua arah yang sangat konstruktif, maka dari itu kami memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pihak terkait," katanya.
Sedangkan, alasan yang ketiga kata Menteri, selain sudah mendapat dukungan dan kesiapan dari pihak terkait di DIY tersebut karena takdir Allah untuk bersilaturahim bersama dalam peluncuran kurikulum 2013 tersebut.
Dalam peluncuran kurikulum tersebut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hemengku Buwono X dan Bupati Bantul, Sri Suryawidati serta pejabat daerah dari dewan pendidikan setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Iran Klaim Serang Kapal Induk Abraham Lincoln dan Tembak Jatuh F-35 AS
Advertisement
Advertisement




